LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Stimulus Baru, Pemerintah Tanggung Bunga KUR Hingga Akhir Tahun

Staf Ahli Kemenko Perekonomian, Raden Edi Prio Pambudi menjelaskan, pemerintah akan menanggung pembayaran bunga KUR sampai akhir tahun ini.

2020-03-20 20:54:45
kredit usaha rakyat
Advertisement

Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan relaksasi terhadap bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna meringankan beban pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai stimulus akibat dampak pandemi Covid-19.

Staf Ahli Kemenko Perekonomian, Raden Edi Prio Pambudi menjelaskan, pemerintah akan menanggung pembayaran bunga KUR sampai akhir tahun ini.

"Pemerintah menyiapkan kebijakan untuk menanggung pembayaran bunga KUR sebesar 6 persen sampai dengan akhir tahun ini," kata Edi Pambudi pada diskusi daring yang digelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Jumat (20/3).

Advertisement

Edi berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan stimulus bunga KUR yang ditanggung pemerintah ini untuk mengakses permodalan dalam menjalankan bisnisnya.

Pertanggungan bunga KUR ini pun sejalan dengan paket stimulus kedua yang sebelumnya telah dikeluarkan pemerintah, yakni melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

"Hal ini sejalan dengan kebijakan stimulus kedua di OJK yang melakukan relaksasi terhadap kredit di bawah Rp10 miliar," kata Edi dikutip Antara.

Advertisement

Dalam Peraturan OJK tersebut, bank dapat menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19, termasuk dalam hal ini adalah debitur UMKM.

Biaya Perjalanan Dinas Dipangkas

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi berinisiatif untuk memangkas sebagian anggaran perjalanan dinasnya. Dana tersebut akan direlokasi sebagai dana darurat bagi penanganan pandemi virus corona di berbagai wilayah Indonesia.

"Presiden meminta belanja perjalanan dinas yang saat ini mencapai Rp43 triliun. Diminta untuk 50 persen untuk prioritas penanganan wabah virus corona," kata Sri Mulyani melalui video conference, pada Jumat (20/3).

Sri Mulyani menyebut dana tersebut akan digunakan untuk tiga program penanganan pandemi virus corona, sesuai arahan Jokowi yaitu untuk pembiayaan kesiapan rumah sakit bagi penanganan korban virus covid-19, untuk pembiayaan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak dalam bentuk jaring pengaman sosial, dan untuk pembiayaan bagi dunia usaha agar tetap bisa melalui masa sulit ini dengan melakukan relaksasi.

"Namun masalahnya sekarang adalah ketersediaan barangnya. Termasuk fentilator untuk alat kesehatan," imbuh wanita yang pernah dinobatkan sebagai menteri terbaik di dunia tersebut.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.