LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Starbucks tak laku di Benua Biru

Starbucks menjual 83 tokonya di Prancis, Belanda, Belgia, dan Luksemburg kepada mitranya, yaitu Alsea. Dengan ini, Alsea memiliki lisensi untuk mengoperasikan Starbucks di negara-negara tersebut. Langkah Starbucks ini adalah langkah restrukturisasi yang sudah diumumkan pada September lalu.

2018-10-19 22:00:00
Starbucks
Advertisement

Starbucks sepi pembeli di Benua Biru. Imbasnya dirasakan oleh para pegawai. Di mana, perusahaan sedang melakukan restruktruisasi dengan mengalihkan lisensinya dan menutup kantornya di Eropa.

Dilansir dari Yahoo, Starbucks menjual 83 tokonya di Prancis, Belanda, Belgia, dan Luksemburg kepada mitranya, yaitu Alsea. Dengan ini, Alsea memiliki lisensi untuk mengoperasikan Starbucks di negara-negara tersebut.

"Dengan menyatukan (pengoperasian) di Prancis, Belanda, Belgia, dan Luksemburg di bawah Alsea, kami akan membuka potensial yang belum tersentuh untuk pertumbuhan yang memastikan kesuksesan jangka panjang di wilayah ini," ucap juru bicara Starbucks Haley Drag, seperti dikutip Bloomberg.

Advertisement

Langkah Starbucks ini adalah langkah restrukturisasi yang sudah diumumkan pada September lalu. Restrukturisasi ini memberi dampak pada pegawai seperti pemberhentian kerja dan pengalihan pegawai antar departemen.

Starbuck juga berencana menutup kantor-kantronya di Amsterdam dan mengkonsolidasikan markas Eropanya di London.

Sebanyak 186 pegawai yang kena dampak penutupan ini sudah didorong untuk melamar pada pekerjaan yang dibuka di London. Namun, pabrik roasting Starbucks di Belanda akan tetap dipertahankan. Pabrik tersebut mempekerjakan 80 orang.

Advertisement

Kondisi Starbucks kali ini kembali terulang saat Starbucks menjual toko-tokonya di Jerman pada 2016 lalu. Pada tahun itu, AmRest memperoleh hak operasi Starbucks di Jerman.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Mengintip kemewahan gerai pertama Starbucks di Italia
Kurangi sampah plastik, ini 5 alternatif sedotan ramah lingkungan
Bos Starbucks pensiun, diisukan akan ikut bursa Capres AS 2020
Muhammadiyah dan ormas Malaysia ajak boikot Starbucks yang pro LGBT
Starbucks tambah 12.000 gerai baru
Pria Inggris ini koleksi 409 cangkir Starbucks dari seluruh dunia
Tiang reklame jatuh timpa Starbucks di Bandara Sultan Hasanuddin

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.