LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Staf Khusus Presiden: Kebijakan Transisi Energi Sudah On The Track

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta memastikan kebijakan transisi energi terus dilakukan oleh pemerintah. Sebab, transisi energi menjadi sangat dibutuhkan, utamanya untuk mewujudkan ketahanan energi dan menurunkan emisi karbon.

2020-11-13 10:37:48
Staf Khusus Presiden Jokowi
Advertisement

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta memastikan kebijakan transisi energi terus dilakukan oleh pemerintah. Sebab, transisi energi menjadi sangat dibutuhkan, utamanya untuk mewujudkan ketahanan energi dan menurunkan emisi karbon.

"Pada intinya apa yang dilakukan dengan konteks transisi energi ini sudah on the track," kata dia dalam diskusi virtual, di Jakarta, Jumat (13/11)

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo sangat serius dan konsen terhadap arah kebijakan energi ke depan. Bahkan belum lama, kata dia, Kepala Negara itu memantau langsung proses perkembangan transisi energi di Tanah Air hingga sejauh mana.

Advertisement

"Presiden sendiri terus melakukan pengawalan secara langsung bahkan beberapa waktu yang lalu, belum ada satu bulan namun secara khusus dibahas mengenai proses transisi energi," katanya.

Bahkan, seluruh road map bauran kebijakan energi secara langsung dilakukan evaluasi secara berkala. Tidak sampai proses monitoring juga dilakukan, untuk mencari kendala dan apa -apa saja yang perlu didorong dalam rancangan-rancangan dan kebijakan selanjutnya.

Advertisement

Sebuah Keharusan

Sebelumnya, Koordinator Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, Tata Mustasya mengatakan, transisi energi bukanlah sebuah pilihan yang bisa dilakukan, tetapi sebuah keharusan. Namun demikian, Indonesia dinilai belum siap untuk langsung berjalan ke arah transisi energi karena adanya justifikasi dari melimpahnya sumber daya alam yang ada di negeri ini.

"Kita tahu kalau kita harus transisi energi, kita tahu kita tertinggal ketimbang negara lain. Tapi, karena ada pembenaran bahwa energi kita (misalnya batubara) masih banyak, kita jadi kena 'kutukan sumber daya alam'. Ketika sumber daya kita banyak, hal ini malah bikin kita tertinggal dari negara lain," ujar Tata pada Peluncuran Laporan Seri Studi Peta Jalan Transisi Energi Indonesia via YouTube Live pada Rabu (4/11).

Menurutnya, hal itu yang membuat Indonesia belum berada di jalur yang tepat untuk melakukan transisi energi, khususnya batu bara yang saat ini masih mendominasi bauran energi. "Kalau kita bicara tentang sektor kelistrikan, sekitar 54 persen dan presentasinya akan turun sedikit. Meskipun jika ditotal akan meningkat melihat susunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) saat ini," tambahnya.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.