LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Staf Erick Thohir Beberkan Strategi Tangkal Pegawai BUMN Terpapar Paham Radikalisme

Langkah pertama, kata Arya ialah dengan terus menerus memperbaharui dan memperketat proses rekrutmen yang bukan hanya kompeten. Namun, juga bersih dari paparan paham radikalisme.

2021-09-14 15:45:00
BUMN
Advertisement

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga membocorkan sejumlah strategi yang diterapkan kementerian untuk mencegah pegawainya terpapar paham radikalisme.

Hal ini merespon peristiwa penangkapan salah satu terduga teroris yang merupakan seorang karyawan holding BUMN farmasi yakni PT Kimia Farma (Persero) di Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (10/9).

Langkah pertama, kata Arya ialah dengan terus menerus memperbaharui dan memperketat proses rekrutmen yang bukan hanya kompeten. Namun, juga bersih dari paparan paham radikalisme.

Advertisement

"Jadi, setiap rekrutmen sekarang prosesnya kita perbaharui. Dan memang kita ketat untuk soal (radikalisme) itu sekarang ini," tegasnya kepada Wartawan, Selasa (14/9).

Kedua, Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir terus menggelorakan program AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) di seluruh perusahaan pelat merah. Hal ini untuk mempercepat proses transformasi yang tidak hanya dalam model bisnis dan operasional, tapi juga transformasi human capital.

"Kita mendorong betul-betul dengan program AKHLAK, seperti apa yang disampaikan oleh pak Erick Thohir supaya bisa mengikis paham-paham radikal di Kimia Farma, atau di BUMN," tekannya.

Advertisement

Terakhir, Kementerian BUMN terus memperkuat kolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait pencegahan paham-paham radikalisme. Di antaranya dengan memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di seluruh perusahaan milik negara.

"Kita terus kerja sama dengan BNPT gitu ya untuk melakukan langkah-langkah ideologisasi, yaitu Pancasila di di BUMN pada umumnya," tandasnya.

Penangkapan

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan, satu dari empat terduga teroris ditangkap Densus 88 beberapa hari kemarin adalah mantan tahanan atau residivis. Diketahui, sosok tersebut berinisial T atau AR.

"Teroris ditangkap atas nama T atau AR, benar memang pernah ditangkap dan sudah menjalani vonis 3,5 tahun. Kenapa dia ditangkap lagi? Tentu penangkapan tersebut bukan kaitannya adalah tindak pidana terorisme yang telah dilakukan dan sudah mendapat vonis," jelas Ramadhan saat dijumpai di RS Polri Jakarta, Senin (13/9).

Ramadhan menjelaskan, penangkapan terhadap T alias AR dilakukan Densus 88 adalah perbuatan baru yang saat ini masih masih bersifat dugaan. Namun demikian, dia dipastikan adalah salah satu anggota dewan suro dari organisasi teroris jemaah islamiyah (JI).

"Yang bersangkutan bersama senior-senior dan sesepuh telah menjadi satu kesatuan membentuk majelis kasepuhan ini adalah kumpulan senior dan tetap bergabung dengan Amir Wijayanto yang sudah ditangkap," jelas Ramadhan.

Diketahui T alias AR ditangkap di rumahnya pada hari Jumat kemarin, bersama 4 terduga lainnya. Tiga terduga ditangkap di Bekasi dan satu terduga ditangkap di Jakarta Barat. "Densus telah mengamankan dan menangkap 4 tersangka teroris dari JI," Ramadhan menandasi.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.