Sri Mulyani ubah desain subsidi di 2017, penerima makin sedikit
"Beberapa persiapan untuk 2017 perubahan desain subsidi baik itu untuk listrik, LPG, pupuk," kata Sri Mulyani.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani akan mengubah desain subsidi baik yang dialokasikan untuk listrik, gas, maupun pupuk di 2017 mendatang. Dia meminta kepada menteri terkait untuk segera membuat persiapan.
"Beberapa persiapan untuk 2017 perubahan desain subsidi baik itu untuk listrik, LPG, pupuk," kata Sri Mulyani seperti ditulis Antara, Rabu (2/11).
Dalam perubahan ini, penerima subsidi tetap merupakan masyarakat sasaran yang membutuhkan dan jumlahnya dikurangi. "Kepada pihak apakah itu petani untuk subsidi pupuk dan benih, untuk LPG untuk kelompok masyarakat miskin, dan listrik difokuskan ke kelompok masyarakat 450 VA dan 900 VA yang jumlahnya lebih dikurangi karena alokasinya untuk subsidi dan khususnya untuk keluarga yang tidak mampu," katanya.
Ani sapaan akrab Sri Mulyani menegaskan, penerimaan pajak tetap harus diperbaiki agar bisa mencapai target sementara belanja negara harus tetap dilakukan dengan prinsip efisiensi.
"Dan kalau ada kegiatan yang terkena pengurangan anggaran, agar diprioritaskan masuk 2017, sehingga tidak ada program pemerintah yang terhenti atau terpotong tetapi dia terpenuhi di 2017," katanya.
Kemudian pada 2017, kata Menkeu, harus mulai disiapkan dari sisi kelengkapan dokumen termasuk DIPA, Perpres, persiapan procurement, dan lain-lain sehingga pada Januari sudah bisa dimulai terutama bagi kementerian/lembaga dengan jumlah belanja cukup besar.
Sesuai tradisi biasanya, belanja baru bisa terlaksana pada Maret tetapi akan diupayakan bisa dimajukan ke Januari.
"Kenapa penting? Karena pertumbuhan ekonomi harus dijaga momentumnya dan terutama dengan adanya kegiatan kita intensifikasi dari sisi pemungutan pajak dari tax amnesty, kita bisa menyeimbangkan antara uang yang diambil pemerintah melalui perpajakan, dengan belanja pemerintah," katanya.
Dengan begitu, menurut dia, perekonomian tidak terlalu tertekan dengan banyaknya dana yang diambil melalui perpajakan.
Baca juga:
Di Pasific Place, Sri Mulyani dicurhati pengusaha barang mewah
Sri Mulyani: Istana Negara dulu tak masuk dalam aset pemerintah
Sri Mulyani: Peninggalan zaman Belanda jadi aset negara
Berantas produk selundupan, Menkeu bakal tertibkan importir borongan
KPK: Koruptor santai saja masuk penjara sebab punya uang bermiliaran