Sri Mulyani: Sudah Terbukti Covid-19 Bawa Dampak Dahsyat ke Ekonomi Dunia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, virus corona telah membawa dampak besar bagi ekonomi dunia. Menurutnya, kerugian ekonomi global akibat wabah virus corona setara dengan gabungan ekonomi Jerman dan Jepang atau senilai USD 9 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, virus corona telah membawa dampak besar bagi ekonomi dunia. Menurutnya, kerugian ekonomi global akibat wabah virus corona setara dengan gabungan ekonomi Jerman dan Jepang atau senilai USD 9 triliun.
"Jadi dalam hal ini tidak ada pertanyaan lagi apakah covid-19 ini memiliki dampak dahsyat ke ekonomi dunia. Sudah terbukti," tegas Sri Mulyani dalam rapat virtual bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (30/4).
Dia menjelaskan, tekanan ekonomi yang dialami berbagai kawasan pusat ekonomi dunia merupakan yang terbesar sejak krisis ekonomi global. Bahkan, negara adidaya Amerika Serikat (AS) yang mengklaim angka pengangguran bertambah hingga 26 juta jiwa hanya dalam kurun waktu lima minggu terakhir. Selain itu, kinerja sektor retail juga anjlok -6,2 persen atau terendah sejak tahun 2009.
Hal serupa juga dialami Eropa, seperti Jerman yang merupakan negara ekonomi utama di benua biru mengalami pertumbuhan ekonomi terendah di kuartal pertama tahun ini seperti yang dilaporkan Business Confidence. Pun, Inggris dibuat tak berkutik setelah sektor retail karena mengalami kerugian hingga -5,8 persen atau rekor terburuk di negeri kekuasaan ratu Elizabeth.
"Seperti indeks PMI manufaktur dan jasa di Eropa mengalami kontraksi hingga dilevel terendah sejak 2009," imbuh dia.
Kerugian di Asia
Sri Mulyani menambahkan, Benua Asia juga mengalami kerugian besar setelah PDB China dilaporkan -6,8 persen atau menjadi yang terendah sejak 1992. Begitu juga Jepang pada bulan April ini sektor manufaktur dan jasanya mengalami kontraksi ke level terendah sejak 1992.
Selain itu, keganasan wabah virus corona juga sukses membuat harga minyak global anjlok -70 persen. Sehingga membuat negara penghasil minyak menjadi was-was setelah harga minyak jatuh ke titik terendah.
"Fokus sekarang kita mitigasi dampaknya. Sebab kita tidak tahu kapan berakhir," tandasnya.
(mdk/azz)