LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani soal utang: Menkeu sebelum saya tak pernah dipermasalahkan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku terbiasa menerima kritikan pedas soal utang pemerintah. Apalagi kritikan itu muncul ketika dirinya menjabat sebagai bendahara negara. Tak jarang, dirinya pun kerap membalas kritikan itu melalui media sosial pribadinya.

2018-10-26 20:05:25
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku terbiasa menerima kritikan pedas soal utang pemerintah. Apalagi kritikan itu muncul ketika dirinya menjabat sebagai bendahara negara. Tak jarang, dirinya pun kerap membalas kritikan itu melalui media sosial pribadinya.

"Saya tahu sebagian (kritik) itu karena saya adalah menteri keuangan, tapi menteri keuangan sebelum saya juga tidak pernah dipermasalahkan. Jadi itu sebenarnya karena menteri keuangannya adalah Sri Mulyani, kok jadi curhat ya," kata Sri Mulyani dalam Acara Penganugerahan Frans Seda di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Jum’at (26/10).

Bahkan, mantan Direktur Pelaksana Dunia ini mengaku pernah dinasihati orang-orang terdekatnya untuk tidak terlalu reaktif menanggapi kritikan tersebut. Namun, dirinya tak ingin diremehkan. "Kadang-kadang saya dikasih tahu, udah ibu jangan terlalu reaktif itu kan masalah politik, tapi saya tidak mau terlalu under estimate," jelasnya.

Advertisement

Sri Mulyani mengatakan, saat ini sensitifitas masyarakat terhadap utang sudah semakin tinggi karena adanya media sosial. Dia pun curhat ketika mengajar anak Sekolah Dasar (SD) di Jakarta beberapa waktu lalu. Bahkan anak SD saja sempat bertanya soal utang.

"Penetrasi soal utang itu sudah luar biasa," ungkapnya.

Dirinya pun menerangkan dalam undang-undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) serta utang merupakan suatu instrumen bukan tujuan. APBN bisa surplus dan defisit tergantung pada kondisi ekonominya. Sebab APBN bukanlah objek atau tujuan tetapi alat mencapai tujuan.

Advertisement

"Kalau yang ingin dicapai masyarakat adil makmur, kesejahteraan ekonomi, kemudian bagaimana mendesain APBN mengikuti itu, (tujuannya) bukan hanya APBN itu tidak boleh utang. Justru itu bisa menjadi salah," pungkasnya.

Baca juga:
Dubes Inggris tawarkan Gubernur Anies pinjaman Rp 76 Triliun
Ini penjelasan lengkap Sri Mulyani soal utang Indonesia 4 tahun terakhir
Penuhi kebutuhan listrik RI, PLN terbitkan Global Bond USD 1,5 miliar
4 Perusahaan besar mendadak bangkrut, ini penyebabnya
Utang pemerintah naik menjadi Rp 4.416 triliun pada September 2018

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.