Sri Mulyani sebut Tax Amnesty bukan jebakan untuk taat pajak
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan penarikan pajak kepada masyarakat dengan cara yang kasar dan tidak baik. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban masyarakat Indonesia untuk membayar pajak tanpa adanya intimidasi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan pemerintah tak menjebak masyarakat untuk ikut program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. Dia pun meminta masyarakat agar tak perlu khawatir dan ragu untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
"Saya ingin sampaikan pesan secara hati-hati, ikut tax amnesty adalah kesempatan untuk menggunakan haknya dalam melakukan kepatuhan membayar pajak. Kita tidak menjebak," ujarnya di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/10).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan penarikan pajak kepada masyarakat dengan cara yang kasar dan tidak baik. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban masyarakat Indonesia untuk membayar pajak tanpa adanya intimidasi.
"Seluruh warga negara yang harus membayar pajak seharusnya membayar pajak. Tapi kita tidak melakukannya dengan cara yang tidak baik," tuturnya.
Kendati demikian, pihaknya menyebut jika upaya-upaya pemerintah dalam mengejar pajak melalui Tax Amnesty bukanlah menjadi tumpuan dalam menopang pertumbuhan ekonomi Tanah Air. "Fokus dari pajak bukan hanya Tax Amnesty saja. Kami juga harus fokus pada kegiatan ekonomi rutin," tutupnya.
Baca juga:
Ini saran Bank Dunia agar Indonesia keluar dari perlambatan ekonomi
Bahas reformasi perpajakan, OECD kunjung Jokowi di Istana
Per hari ini, harta Tax Amnesty tembus Rp 3.859 triliun
5 Kado Jokowi di ulang tahun ke-2 sebagai presiden RI
Kapolda Metro Jaya perintahkan anak buah ikut tax amnesty
Pemilik dana di Swiss diminta lapor jika sulit pulangkan uang ke RI
Tax Amnesty sukses, Menkeu siap guyur bonus ke pegawai pajak