LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani Sebut APBN Jadi Instrumen Penting Hadapi Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keuangan negara menjadi instrumen penting dalam bangkitnya perekonomian saat terjadi krisis ekonomi. Di mana keuangan negara harus menyehatkan kembali kondisi negara saat terjadi pandemi.

2021-10-24 14:48:22
APBN
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keuangan negara menjadi instrumen penting dalam bangkitnya perekonomian saat terjadi krisis ekonomi. Di mana keuangan negara harus menyehatkan kembali kondisi negara saat terjadi pandemi.

"Kita harus saling menyehatkan karena pada saat kemudian ekonomi ambruk, dia harus menjadi penyembuh dan penarik ekonomi balik lagi. Jadi depth to GDP preasure nya kita turunkan, defisitnya kita turunkan, sehingga kita punya yang disebut fiscal space, begitu terjadi hantaman, fiscal space itu yang kita pakai," kata Sri Mulyani di Jakarta, Minggu (24/10).

Dia pun mengaku senang sudah banyak pihak yang menyoroti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan detail. Hal ini berbanding terbalik saat krisis 1998 dan 2008. "Tahun 97-98 tidak ada yang lihat APBN, dianggap taken for granted, di 2008-2009 pun tidak ada yang lihat APBN," katanya.

Advertisement

Namun, saat menghadapi krisis pandemi Covid-19 saat ini, banyak orang yang bahkan menyoroti tentang APBN dan utang yang diambli Indonesia. Bahwa, seluruh pihak menilai kalau keuangan negara adalah instrumen penting.

"Sekarang semua orang ngurusin utang, semua orang mengurusi itu, jadi is good kita punya ownership terhadap keuangan negara, semuanya menyadari bahwa keuangan negara itu adalah instrumen yang luar biasa penting ayng akan dan harus hadir pada saat negara menghadapi kemungkinan terjadinya (krisis)," tuturnya.

Dia juga mengingatkan Indonesia setelah melalui tiga krisis mulai dari krisis 1998, 2008, dan pandemi Covid-19, harus mampu melihat dari berbagai sisi. Baik dari sisi legal atau aturan, hingga sisi sosial yang memiliki dampak yang baik.

Advertisement

"Sisi ekonomi keuangan jelas banyak sekali, keuangan negara saja ini krisisnya ini bisa jadi sesuatu ayng luar biasa. Kalau dari sisi moneter saya lihat mustinya BI juga sudah cukup banyak meng-capturenya," katanya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Besar Dibanding Krisis 1998 dan 2008
Sederet Upaya Agar Indonesia Bisa Bertahan dari Krisis Ekonomi
Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Bukan Pertama dan Terakhir
Sri Mulyani Ungkap Penyebab Terjadinya Krisis 1998
Jokowi Ungkap Cara Indonesia Mampu Tangkal Berbagai Dampak Krisis
Sunyi Reruntuhan Romawi Kuno Lebanon Akibat Krisis

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.