LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani: Penurunan Pariwisata Pernah Terjadi Pasca Ledakan Bom Bali

Sri Mulyani meminta para peserta yang hadir dalam Rakornas tersebut untuk melihat berbagai kebijakan yang pernah dibuat saat penurunan kunjungan wisata karena kasus khusus di Indonesia. Kemudian melakukan terobosan inovasi dengan melihat kondisi terkini.

2021-09-27 16:00:00
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa penurunan kinerja sektor pariwisata yang terjadi saat ini bukan untuk pertama kalinya. Sebelum pandemi, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara juga pernah terjadi pasca ledakan bom Bali dan bencana alam.

Hanya saja, kondisi yang terjadi saat ini berbeda, karena dampaknya juga dialami sektor pariwisata di semua negara.

"Memang situasi yang dihadapi saat ini berbeda dengan situasi pariwisata yang terpukul karena isu khusus di Indonesia seperti bom Bali atau bencana alam. Tapi yang sekarang seluruh dunia dampaknya sama," kata Sri Mulyani dalam Rakornas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (27/9).

Advertisement

Sri Mulyani meminta para peserta yang hadir dalam Rakornas tersebut untuk melihat berbagai kebijakan yang pernah dibuat saat penurunan kunjungan wisata karena kasus khusus di Indonesia. Kemudian melakukan terobosan inovasi dengan melihat kondisi terkini.

"Kita buat perspektif baru karena dari sisi pariwisata ini turunnya sama tapi penyebabnya beda," kata Sri Mulyani.

Khusus selama pandemi, penurunan kinerja sektor pariwisata juga erat kaitannya dengan gelombang penyebaran kasus Covid-19 yang tinggi. Setidaknya sudah ada tiga gelombang peningkatan yang terjadi, yakni pasca lebaran tahun 2020, pasca libur natal dan tahun baru 2021 dan lebaran 2021.

Advertisement

Akibatnya pemerintah terpaksa melakukan berbagai kebijakan yang menekan pergerakan masyarakat. Tujuannya untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Sebab pemerintah menilai sektor pariwisata tidak akan pulih bila kasus tidak bisa dikendalikan. Anggaran kesehatan pun terus ditingkatkan agar pandemi bisa dikendalikan.

"Penanganan kesehatan ini kebutuhannya tinggi, yang tadinya sekitar Rp 130 triliun naik menjadi Rp 240 triliun. Nah ini juga sebenarnya untuk mendukung sektor pariwisata karena tidak mungkin masyarakat bisa berwisata kalau pandeminya belum terkendali," tutur Sri Mulyani.

Baca juga:
Strategi Pupuk Kaltim Kembangkan Wisata Mangrove di Bontang
Sandiaga Uno: Industri Pariwisata Alami Kontraksi Hebat, Kunjungan Turun 80 Persen
Sandiaga Uno Beberkan Capaian Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pemerintah Alokasikan Rp7,67 Triliun Bantu Pemulihan Sektor Parekraf
Dana Hibah Pariwisata Naik Menjadi Rp3,7 Triliun Tahun Ini
Tak Lolos Skrining Kartu Vaksin, 10 Bus Pariwisata Tujuan DIY Diputar Balik

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.