Sri Mulyani pastikan suntikan modal ke BUMN tak dipangkas
"Karena menyangkut pembangunan infrastruktur kami tidak melakukan pemotongan dan perubahan."
Penghematan anggaran tidak mengganggu suntikan modal pemerintah pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di DPR-RI, Jakarta, Rabu (24/8)
"Dari APBN-P 2016 apakah ada pemotongan mengenai Penyertaan Modal Negara (PMN)? Dalam sidang kabinet telah disampaikan untuk PMN karena menyakut pembangunan infrastruktur kami tidak melakukan pemotongan dan perubahan."
Dia menjelaskan, pemangkasan anggaran dilakukan pada kegiatan nonprioritas di kementerian dan lembaga.
"Pemotongan dilakukan dengan pemikiran tidak mempengaruhi belanja prioritas. Untuk belanja yang menyangkut kemiskinan dan pengangguran itu prioritas."
Pemerintah telah memutuskan memangkas anggaran Rp 133 triliun. Terdiri dari anggaran kementerian dan lembaga Rp 65 triliun dan dana transfer ke daerah Rp 68 triliun.
Untuk PMN, pemerintah dan DPR-RI telah sepakat menyalurkan ke empat BUMN. Yakni Jasa Marga Rp 1,25 triliun, Wijaya Karya sebesar Rp 4 triliun, Krakatau Steel sebesar Rp 1,5 triliun, dan PT PP sebesar Rp 2,25 triliun.
Baca juga:
Sri Mulyani dan DPR sepakat 4 BUMN jual saham baru
Akuisisi PGE oleh PLN dinilai mengancam proyek pembangkit 35.000 MW
Perumnas bangun rusunami di Bekasi, satu unit dijual Rp 184 juta
Pemerintah diminta kembangkan PGN dibanding holding energi
Menkumham masih kaji pembentukan holding BUMN