Sri Mulyani: Partisipasi Perempuan Bekerja di Indonesia Hanya 54 Persen
Kondisi ini disebabkan banyaknya kendala dihadapi oleh perempuan sejak dari masih masa anak-anak hingga dewasa. Selain itu dalam hal akses keuangan, perempuan juga sering kesulitan mendapatkan pinjaman karena tidak memiliki jaminan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, labor participation atau partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia hanya 54 persen. Angka tersebut masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan angkatan kerja laki-laki sebanyak 83 persen.
"Tadi saya sebutkan labor participation untuk perempuan, itu masih jauh tertinggal hanya 54 persen dibandingkan lebih dari 83 persen untuk laki-laki," ujar Sri Mulyani di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (13/3).
Menurutnya, kondisi ini disebabkan banyaknya kendala dihadapi oleh perempuan sejak dari masih masa anak-anak hingga dewasa. Selain itu dalam hal akses keuangan, perempuan juga sering kesulitan mendapatkan pinjaman karena tidak memiliki jaminan.
Sementara itu, partisipasi ibu rumah tangga selama ini juga kurang diperhitungkan dalam PDB. Hal tersebut pun tengah dikaji secara global. "Dan sekarang ini secara global, sudah ada inisiatif untuk menginput valuenya itu. Sehingga nanti secara statistik akan di-recognized sebagai suatu nilai yang sangat penting," paparnya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut pun menambahkan, pemerintah juga akan bekerja sama dengan BPS untuk melihat kondisi ini secara statistik.
"Dengan adanya data statistik, biasanya akan memberikan informasi dan juga bukti sehingga isu mengenai gender itu bisa diletakkan sebagai objektif," tandasnya.
Baca juga:
Sri Mulyani: Gaji Perempuan Indonesia 32 Persen Lebih Rendah Ketimbang Pria
Sri Mulyani soal Krisis 1998: Indonesia Lambat Pulih Dibanding Thailand dan Korea
Sri Mulyani Apresiasi 30 Wajib Pajak
Menteri Sri Mulyani Sebut Pajak Para Orang Kaya Sumbang 31 Persen Dana Pembangunan
Sri Mulyani Pastikan Kenaikan Gaji PNS Cair Mulai April 2019
WP Besar Penerima Penghargaan Taat Pajak dari Beragam Sektor, Bukti Ekonomi RI Kuat