LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani: Negara yang Nekat Buka Aktivitas Ekonomi Cepat, Naik Pasien Covid-19

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan pandemi Virus Corona masih terus menghantui perekonomian seluruh negara. Negara-negara yang nekat membuka aktivitas ekonomi secara cepat menimbulkan kenaikan pasien cukup tinggi. Pemerintah terus berupaya menyiapkan sejumlah langkah mitigasi agar dampaknya bisa ditekan.

2020-06-30 15:39:49
Virus Corona
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan pandemi Virus Corona masih terus menghantui perekonomian seluruh negara. Negara-negara yang nekat membuka aktivitas ekonomi secara cepat menimbulkan kenaikan pasien cukup tinggi.

"Negara-negara yang coba nekat buka ekonomi secara cepat kemudian terjadilah kenaikan lagi jumlah Covidnya, menyebabkan mereka harus mereview lagi," ujar Menteri Sri Mulyani dalam diskusi daring BNPB, Jakarta, Selasa (30/6).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, penyebaran Virus Corona masih akan terus mempengaruhi sendi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya menyiapkan sejumlah langkah mitigasi agar dampaknya bisa ditekan.

Advertisement

"Jadi saya hanya ingin menyampaikan bahwa Covid ini masih akan sangat mempengaruhi sangat dalam sendi kehidupan masyarakat kita dan dampaknya ke ekonomi harus segera atau dimitigasi ini bukan sesuatu yang mudah," jelasnya.

Ada Corona, APBN Direvisi 2 Kali

Pemerintah sendiri sudah dua kali melakukan revisi Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) dari yang telah disusun pada tahun lalu. Perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi negara terkini.

Advertisement

"APBN harus direvisi sampai 2 kali karena penerimaan negara dari sisi perpajakan, penerimaan bukan pajak menurun, sampai Mei negatif mendekati 10 persen. Ini karena seluruh perusahaan, mereka yang selama ini kerja, harga komoditas semua yang berkontribusi pada penerimaan negara menurun tajam," tandasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.