Sri Mulyani minta pelaku industri cari peluang dari perang dagang
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, salah satu upaya pemerintah untuk merespon ketidakpastian global itu adalah dengan membangun komunikasi kepada pelaku industri. Itu khususnya mendengar apa yang mereka butuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ketidakpastian global yang kini terjadi merupakan situasi yang tidak bisa dicegah. Untuk itu, dia menyarankan agar pelaku industri dapat memanfaatkan hal ini sebagai peluang.
"Di dalam konteks ekonomi modern ini adalah hal yang unprecedented. Kami akan selalu merespon ekonomi global ini dengan melakukan pengawasan yang ketat," tuturnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jumat (21/9).
Dia menjelaskan, salah satu upaya pemerintah untuk merespon ketidakpastian global itu adalah dengan membangun komunikasi kepada pelaku industri. Itu khususnya mendengar apa yang mereka butuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
"Pemerintah akan berkomunikasi kepada pelaku usaha agar kemudian, bagaimana situasi global ini menjadi opportunity bagi mereka. Seperti apa yang mereka butuhkan dan kesempatan apa yang ada," ujarnya.
Pada kesempatan ini, Sri Mulyani menyoroti bagaimana perang dagang yang tengah memanas dapat bermanfaat kepada pelaku industri. Kata dia, situasi global yang ada, justru harus dioptimalkan sebagai kesempatan.
"Apakah investasi di bidang manufaktur di luar China ini bisa menjadi pilihan. Kita akan terus dorong kepada para pelaku usaha agar kemudian melihat situasi ini sebagai kesempatan," ungkapnya.
"Dan tentunya kita juga akan terus mengevaluasi kepada instrumen-instrumen yang ada untuk menjaga APBN kita supaya tetap sehat, kuat, dan kredibel," tambahnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menteri Susi dorong pengusaha RI manfaatkan perang dagang AS-China
Strategi pemerintah Jokowi hindarkan RI jadi sasaran perang dagang
Tangkal dampak perang dagang, Kemendag minta masyarakat cintai produk dalam negeri
Kemendag beberkan komoditas ekspor potensial saat AS-China perang dagang
Rupiah kembali melemah, BI sebut akibat penerapan tarif baru AS pada China