Sri Mulyani: Kementerian kalau enggak dikasih uang seperti dunia mau runtuh
Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa Kementerian Lembaga ketika mengajukan anggaran untuk pembelian aset cenderung mendesak. Namun setelah pembelian aset disetujui, aset tersebut justru tidak digunakan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat kerja nasional akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah tahun 2018 dengan tema Pengelolaan Keuangan Negara yang sehat untuk Indonesia Kuat. Dia pun menyinggung mengenai perencanaan belanja Kementerian Lembaga yang belum tepat sasaran.
Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa Kementerian Lembaga ketika mengajukan anggaran untuk pembelian aset cenderung mendesak. Namun setelah pembelian aset disetujui, aset tersebut justru tidak digunakan.
"Tadi yang saya sampaikan banyak K/L sering minta anggaran seperti dunia mau runtuh kalau enggak dikasih uang. Tapi sesudah dikasih uang, menjadi suatu aset, asetnya dikelelerin. Bahasa Indonesianya dibiarkan, ditelantarkan atau disia-siakan," ujarnya di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (20/9).
Sri Mulyani mengatakan, penganggaran yang tidak sesuai dengan pemanfaatannya menyalahi tata kelola keuangan. Sebab, aset yang dibelikan menggunakan anggaran tidak digunakan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Terlebih persoalannya sudah menggunakan keuangan negara untuk mendapatkan dan mengeluarkan untuk mendapatkan aset itu, terus aset itu oleh KL dikasih ke daerah dan daerah enggak mau terima. Dia bilang saya enggak butuh aset itu," kata Sri Mulyani.
Untuk itu, Kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, perencanaan dan perbaikan sinkronisasi antara pusat dan daerah harus diperbaiki termasuk mengenai pengadaan dan pencatatan aset. Sehingga ke depan, aset yang dibeli menggunakan uang negara dapat bermanfaat.
"Kalau kita memperbaiki perencanaan sinkronisasi antara pusat daerah, saya yakin penemuan BPK dalam pengelolaan pencatatan aset belum tertib ini bisa tingkatkan efisiensi anggaran kita. Sampai sekarang banyak barang yang belum di tetapkan statusnya," jelasnya.
Baca juga:
Kepala Bappenas rapat bahas anggaran 2019 dengan DPR
Pertamina perkirakan konsumsi solar stagnan hingga tahun depan
Komisi VII setujui asumsi RAPBN 2019 dan subsidi penyambungan listrik Rp 1,2 T
Digantikan Airlangga, Menteri BUMN dapat tambahan dana Rp 11 miliar untuk gaji PNS
Komisi VI DPR sepakat Kemenperin dapat tambahan anggaran Rp 434,5 miliar