Sri Mulyani: Kita khawatir bukan berarti takut untuk berutang
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa kebijakan utang yang diambil indonesia dilakukan dengan penuh perhitungan dan untuk kepentingan bangsa.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani tak masalah masyarakat khawatir dan peduli terhadap utang Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Acara Supermentor ke-20 yang bertajuk 'Indonesia’s Great Prosperity Ahead: Will It Happen? Win It Be Yours?' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (25/7) malam.
"Kamu harus khawatir terhadap utang," ungkapnya di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Namun, kekhawatiran tersebut bukan berarti Indonesia harus takut untuk berutang. Sebaliknya kekhawatiran tersebut mesti menjadi motivasi untuk mengelola keuangan dengan penuh tanggung jawab.
"Seperti saya cemas terhadap anak saya, tapi tidak membuat saya nggak bisa tidur nggak bisa makan, kemudian malah sakit. Kita peduli karena itu kita bertanggung jawab," kata dia.
"Risiko kita harus dapat kita kelola. Kita tidak bisa tidak melakukan apa-apa karena kita takut sama risiko. Itu bukan cara kita jalani hidup ini," tambahnya.
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa kebijakan utang yang diambil indonesia dilakukan dengan penuh perhitungan dan untuk kepentingan bangsa.
"Tugas saya adalah mengumpulkan uang, kalau kurang saya kumpulkan lagi. Kalau masih kurang, kita butuh harus pinjam, tapi bukan untuk partying, untuk investasi dan buat ekonomi jalan," pungkasnya.
Baca juga:
5 Alasan pemerintah Jokowi tak masalahkan utang ribuan triliun
Pramono sebut Jokowi dibebani utang Rp 2.700 T pemerintah sebelumnya
Menko Darmin soal peringkat Fitch tak naik: Itu sudah termasuk bagus
KEIN sebut utang asing bisa wujudkan cita-cita ekonomi Pancasila
Pemprov Riau utang Rp 240 miliar untuk pembangunan Stadion Utama