Sri Mulyani kembali tunjuk JP Morgan jadi dealer utama surat utang RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menunjuk JP Morgan Chase Bank N.A untuk menjual Surat Utang Negara (SUN). Penunjukkan tersebut mulai berlaku efektif sejak tanggal 2 Mei 2018. Dengan demikian, jumlah Dealer Utama menjadi 20 institusi yang terdiri dari 16 Bank dan 4 Perusahaan Sekuritas.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menunjuk JP Morgan Chase Bank N.A untuk menjual Surat Utang Negara (SUN). Penunjukkan tersebut mulai berlaku efektif sejak tanggal 2 Mei 2018.
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, JP Morgan Chase Bank N.A. telah ditunjuk kembali sebagai Dealer Utama Surat Utang Negara (SUN), sesuai dengan Surat Penunjukan Nomor S-45/MK.8/2018 tanggal 17 April 2018.
Untuk diketahui, sejak 9 Desember 2016 Kemenkeu menghentikan segala hubungan kemitraan dengan JP Morgan karena hasil riset JP Morgan berpotensi menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan nasional.
Dengan demikian, jumlah Dealer Utama menjadi 20 institusi yang terdiri dari 16 Bank dan 4 Perusahaan Sekuritas. Sebagai berikut:
Bank
1. Citibank N.A
2. Deutsche Bank AG
3. HSBC
4. PT Bank ANZ Indonesia
5. PT Bank Central Asia, Tbk
6. PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.
7. PT Bank Maybank Indonesia, Tbk
8. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
9. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
10. PT Bank OCBC NISP, Tbk
11. PT Bank Panin, Tbk
12. PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk
13. PT Bank Permata, Tbk
14. PT Bank CIMB Niaga, Tbk
15. Standard Chartered Bank
16. JPMorgan Chase Bank NA.
Perusahaan Sekuritas
17. PT Bahana Sekuritas
18. PT Danareksa Sekuritas
19. PT Mandiri Sekuritas
20. PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk
Reporter: Fiki Ariyanti
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
OSO: Utang negara yang terkecil dilakukan pemerintah sekarang ini
Utang pemerintah makin menggunung akibat Rupiah melemah
MUI minta penjelasan pemerintah soal membengkaknya utang RI
Jokowi dikritik, belanja yang menonjol cuma buat bayar bunga utang & bansos
Strategi Rizal Ramli, bisa kurangi triliun utang Indonesia mulai 2019