LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani Ingin RI Punya Peran dalam Penanganan Perubahan Iklim

Sri Mulyani mengatakan, perubahan iklim adalah ancaman global yang nyata dan sudah dipelajari oleh berbagai ilmuwan. Sebagai sebuah negara yang besar baik dari sisi geografis, jumlah penduduk dan ukuran ekonomi, maka Indonesia dinilai harus turut berperan dalam penanganan risiko perubahan iklim.

2021-07-27 14:43:09
Perubahan iklim
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perubahan iklim adalah ancaman global yang nyata dan sudah dipelajari oleh berbagai ilmuwan. Sebagai sebuah negara yang besar baik dari sisi geografis, jumlah penduduk dan ukuran ekonomi, maka Indonesia dinilai harus turut berperan dalam penanganan risiko perubahan iklim.

Menurutnya, seluruh dunia sedang berikhtiar untuk menghindarkan dampak katastropik dari perubahan iklim. Momentum ini sekarang sedang meningkat di dalam beberapa pertemuan para pemimpin dunia. Indonesia sebagai sebagai suatu negara yang besar tidak hanya sisi geografis, jumlah penduduk, dan ukuran ekonomi karena masuk dalam daftar anggota G20, harus memiliki peran aktif.

"Maka Indonesia akan menjadi suatu negara yang diperhitungkan, dan bahkan akan dilihat dalam partisipasinya untuk menangani risiko perubahan iklim ini," ungkap Sri Mulyani dalam ESG Capital Market Summit 2021 pada Selasa (27/7).

Advertisement

Dia menjelaskan, seiring dengan pembangunan di berbagai negara, maka akan semakin sejahtera, mobilitas semakin tinggi, dan penggunaan energi akan semakin besar. Itu artinya, tekanan terhadap sumber daya alam menjadi sangat nyata dan seluruh kegiatan manusia juga akan menghasilkan emisi CO2 atau emisi karbon yang mengancam dunia dalam bentuk kenaikan suhu.

Berbagai negara saat ini sedang berupaya agar suhu dunia tidak naik 1,5 derajat untuk menghindarkan implikasi katastropik dari kenaikan suhu atau temperatur dunia. Sama seperti halnya pandemi Covid-19, tidak ada satu negara pun yang bisa menghindar atau terbebas dari ancaman perubahan iklim ini.

"Bahkan sama seperti pandemi, negara yang paling tidak siap dari sisi sistem kesehatan, sisi kemampuan fiskalnya, disiplinnya dan dari kemampuan untuk mendapatkan vaksin dan melaksanakan vaksinasi, mungkin mereka akan terkena dampaknya paling berat karena pandemi. Perubahan iklim juga akan sama, negara-negara miskin mungkin akan dapat dampak yang jauh lebih berat," imbuhnya.

Advertisement

Oleh karena itu, saat ini seluruh dunia sedang berupaya mengatasi risiko perubahan iklim. Indonesia pun diharapkan tidak hanya sekadar mengikuti perubahan yang ada, tapi juga memiliki peran di dalamnya.

"Kita juga harus mampu mendudukan Indonesia dalam konteks ancaman global ini, dan sekaligus mendudukkan kita dalam konteks kesiapan kita. Sehingga kita tidak didikte, tapi kita justru ikut membentuk apa yang disebut tatanan global baru," kata Sri Mulyani.

"Indonesia tidak seharusnya selalu dalam situasi menunggu dan defensif, dan kemudian negara lain atau otoritas lain membuat regulasi baru kita tergopoh-gopoh menyesuaikan," sambungnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mengenal Musim Subtropis, Berikut Karakteristiknya
ADB Siapkan USD 80 Miliar untuk Bantu Negara Berkembang Hadapi Perubahan Iklim
Cuaca Update 18 Juli 2021 di Jabodetabek, Sebagian Besar Wilayah Cerah
Penampakan Ribuan Flamingo Mati di Turki
Dihantam Gelombang Panas, Warga Moskow Ramai-Ramai Berendam di Sungai
Contoh Perubahan Cuaca beserta Penjelasannya, Ketahui Perbedaannya dengan Iklim

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.