Sri Mulyani Gambarkan Kondisi Pandemi Covid-19 dengan Pepatah Inggris, Ini Maksudnya
Menteri Keuangan Sri Mulyani menggambarkan suasana pandemi Covid-19 hari ini yang mulai terasa berlalu. Dia mengawalinya lewat sebuah pepatah ketika situasi dunia yang mencekam akibat virus corona pada bulan Maret tahun 2020.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menggambarkan suasana pandemi Covid-19 hari ini yang mulai terasa berlalu. Dia mengawalinya lewat sebuah pepatah ketika situasi dunia yang mencekam akibat virus corona pada bulan Maret tahun 2020.
"Pepatah ini dalam bahasa Inggris mengenai keniscayaan musim semi, no matter how long the winter, spring is sure to follow, betapapun lamanya winter atau musim dingin yang beku, gelap, murung dan mencekam, musim semi yang ceria pasti akan datang," katanya dalam sidang terbuka senat akademik dies natalies Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/3).
Dia mengatakan, dunia diterjang pandemi sejak Maret 2020 sewaktu WHO menyatakan Covid-19 menyebar ke seluruh dunia dan menjadi sebuah pandemi. Maka musim dingin yang muram beku, mencekam dunia, kehidupan dan kegiatan manusia mendadak berhenti.
"New York kota yang tidak pernah tidur the city never sleep tiba tiba kosong dan sepi, mala al mukarramah yang selalu penuh jemaah umroh dan haji ditutup dan menjadi sunyi, Jakarta jalan Sudirman dan Thamrin yang tidak pernah putus lalu lalang kendaraan seketika kosong," ungkapnya.
"Solo sepi. Sekolah, pasar, tempat ibadah, kantor, bandara, jalanan semua kosong tidak ada manusia aktivitas," sambungnya.
Pandemi Datang Tanpa Sapa Pembuka
Wanita yang akrab disapa Ani menyebut, musibah pandemi datang tanpa sapa pembuka. Memporak porandakan kehidupan manusia di seluruh dunia, tanpa memandang suku bangsa ras dan agama.
"Namun seperti ungkapan bahasa inggris yang tadi saya sampaikan no matters how long the winters, spring is sure to follow," katanya.
"Seberapapun panjang dan menekan Covid-19 yang begitu dahsyat maka penyembuhan dan pemulihan pasti terjadi," tandas Ani.
(mdk/ags)