LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani di China: Indonesia nyaman dengan harga minyak murah

"Kami sedang melihat semua situasi dan sisi pasokan migas, termasuk permintaan dan saya nyaman dengan tingkat itu."

2016-09-05 11:22:16
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat ini berada di China untuk menghadiri KTT G-20. Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani yakin peringkat investasi Indonesia akan naik, meski harga minyak dunia sedang murah. Sri Mulyani bahkan mengatakan Indonesia nyaman dengan harga minyak dunia yang murah sekitar USD 50 per barel.

Meski harga minyak dunia rendah dan memukul ekonomi negara OPEC, Indonesia yang merupakan bagian Negara G20 sedang berupaya memperbaiki peringkat investasi. Indonesia saat ini telah menyandang status investment grade (layak investasi) dari Moody's, namun belum dari Standard & Poors.

Dilansir dari CNBC, Sri Mulyani berharap rating atau peringkat investasi Indonesia bisa naik tahun ini. Pemerintah telah meningkatkan belanja infrastruktur, membuka sektor swasta dan reformasi perpajakan.

Advertisement

"Kami sangat percaya diri, kami fokus pada reformasi fiskal dan kami lebih kredibel dalam kebijakan," ucap Sri Mulyani seperti ditulis CNBC, Senin (5/9).

Menurut Sri Mulyani, pemerintahan Jokowi-JK telah melakukan reformasi struktural yang sangat ambisius. Reformasi ini sangat mendalam dan berkelanjutan. "Jadi saya optimis hal itu bisa terjadi."

Harga minyak mentah diprediksi akan tetap berada di USD 40 hingga USD 45 per barel. Indonesia merupakan satu-satunya negara OPEC di Asia dan memiliki perekonomian terbesar di timur-selatan Asia. Sri Mulyani juga percaya harga minyak masih akan bertahan rendah.

Advertisement

"Jika kita melihat perbandingan pasokan dan permintaan, saya kira harga ini masih akan dipertahankan," katanya.

Meski demikian, Sri Mulyani kembali menegaskan bahwa Indonesia telah mengantisipasi rendahnya harga minyak dengan asumsi makro dalam APBN sebesar USD 40 hingga USD 45 per barel.

"Kami sedang melihat semua situasi dan sisi pasokan migas, termasuk permintaan dan saya nyaman dengan tingkat itu."

Baca juga:
Rupiah menguat tajam ke level Rp 13.173 per USD
Jokowi ke Negara G20: Hindari kebijakan ekonomi berdampak negatif
Proyek puluhan triliun rupiah, kantor tanpa plang nama
Jepang-China berebut proyek kereta cepat Asean, siapa jawaranya?
Proyek kereta cepat lamban, potensi Jepang intip kesempatan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.