LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani: Defisit APBN Mengecil Jadi Rp873 Triliun

Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang diprediksi mencapai Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen terhadap PDB.

2021-11-17 21:43:54
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memprediksi defisit APBN tahun ini lebih rendah dari target yang ditetapkan. Sampai akhir tahun ini, defisit anggaran diperkirakan mencapai Rp873,6 triliun atau 5,2 persen sampai 5,4 persen dari PDB.

Angka ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang diprediksi mencapai Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen terhadap PDB.

"Tahun ini (diperkirakan) defisitnya mengecil ke Rp873,6 triliun atau dikisaran 5,2 persen - 5,4 persen," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (17/11).

Advertisement

Turunnya defisit APBN ini dipicu sejumlah indikator. Secara umum, total penerimaan negara yang sampai akhir Oktober menguat menjadi 18,2 persen dari sebelumnya mengalami kontraksi hingga 15,3 persen.

"Ini artinya reborn dan recover," kata dia.

Sri Mulyani merincikan, penerimaan pajak juga tumbuh 15,3 persen dari sebelumnya di tahun lalu mengalami kontraksi 18,8 persen. Selain itu, pendapatan bea dan cukai juga meroket. Tahun lalu hanya tumbuh 5,5 persen, namun tahun ini sudah mencapai 25,5 persen.

Advertisement

Begitu juga dengan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tahun lalu terkontraksi 16,3 persen. Masih dalam periode yang sama, PNBP tahun ini tumbuh hingga 25,2 persen.

"Ini perkembangan positif dari struktur APBN kita," kata dia.

Dibiayai Berbagai Sumber

Defisit APBN dibiayai oleh berbagai sumber pembiayaan. Salah satunya melalui mekanisme burden sharing antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Untuk tahun ini, kerja sama pembelian SBN di pasar perdana ini telah membantu pemerintah menghemat biaya hingga Rp29 triliun per tahun. Sri Mulyani mengatakan, penghematan tersebut berkat adanya SKB antara Pemerintah dan regulator dalam mendukung pembiayaan program pandemi Covid-19.

"Secara fiskal keringanan ini telah berhasil melakukan penghematan hingga Rp29 triliun per tahun," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.