Sri Mulyani bantah pertumbuhan ekonomi tahun depan terlalu ambisius
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menampik target pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 5,4 persen terlalu ambisius. Menurutnya, angka tersebut cukup optimis kalau dilihat dari kondisi perekonomian yang semakin membaik tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menampik target pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 5,4 persen terlalu ambisius. Menurutnya, angka tersebut cukup optimis kalau dilihat dari kondisi perekonomian yang semakin membaik tahun ini.
"Gini ya pertumbuhan ekonomi kan 5,4 persen itu adalah limit poin yang selama ini dikhususkan oleh dewan antaranya 5,2 persen sampai 5,6 persen. 5,4 persen itu menurut saya cukup optimis tapi tidak terlalu ambisius. Kenapa cukup optimis karena di satu sisi kita lihat faktor dalam negerinya," ujar Sri di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (16/8).
Sri menargetkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen tahun depan, akan lebih banyak disumbang oleh konsumsi dan investasi. Pertumbuhan yang berasal dari konsumsi diasumsikan masih berada pada kisaran 5,0 persen sampai 5,1 persen.
"Konsumsi akan masih diasumsikan sekitar 5 persen sampai 5,1 persen. Kita harap pertumbuhan ekonomi 5,4 persen itu lebih dikontribusikan oleh investasi yang tumbuhnya di atas 6 persen. Mungkin sekitar 6,4 persen," jelasnya.
Selain itu, sisi ekspor yang mulai tumbuh pada semester ini juga cukup menjanjikan menyumbang pertumbuhan ekonomi tahun depan. Dia menegaskan, pertumbuhan ekspor harus tetap dipertahankan tumbuh pada angka 5 sampai 8 persen untuk mencapai target tersebut.
"Ekspor yang bisa mulai tumbuh semester ini nampaknya sudah cukup menjanjikan. Jadi kalau ini momentumnya tetap dijaga dengan tumbuh sekitar 5 sampai 8 persen maka kita bisa mendapatkan pertumbuhan itu," pungkasnya.
Baca juga:
Enam provinsi ini berpotensi produksi garam
Banyak penyelewengan, anggaran dana desa tak dinaikkan
Misbakhun: Pertumbuhan ekonomi harus langsung dirasakan rakyat
Dapat anggaran Rp 481,9 T, ini 10 program prioritas Bappenas di 2018
Dapat anggaran Rp 6,52 triliun, ini program prioritas Menteri Jonan
Produk dalam negeri mulai tunjukkan taring di penjualan online