Sri Mulyani: APBN harus efektif untuk menghilangkan kemiskinan
Sri Mulyani mengatakan, implementasi APBN yang telah disusun harus dilakukan secara efektif dan mampu mewujudkan tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yaitu, menciptakan negara yang merdeka, berdaulat, adil makmur dan bersatu.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disusun pemerintah bukanlah sebuah pencapaian bagi suatu negara. Namun, APBN tersebut merupakan sebuah tonggak bagi negara untuk menjalankan tujuan dari pemerintahan.
"Saya sering mendengar pembahasan seolah APBN sebagai tujuan. APBN is not the goal. APBN is an instrument bagi sebuah negara untuk mencapai tujuan," ujar Sri Mulyani di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (4/12).
Sri Mulyani mengatakan, implementasi APBN yang telah disusun harus dilakukan secara efektif dan mampu mewujudkan tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yaitu, menciptakan negara yang merdeka, berdaulat, adil makmur dan bersatu.
"Apakah ini berhubungan dengan kesejahteraan umum, menghilangkan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, mencerdaskan rakyat Indonesia dan mewujudkan keadilan sosial," jelasnya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, di tengah perkembangan dunia yang semakin cepat, Indonesia harus mampu terbuka tanpa mengesampingkan tujuan yang telah ditetapkan oleh pendiri bangsa.
"Indonesia never intended to become a close country, dari awal negara ini adalah negara terbuka dan selalu berwawasan dunia. Jadi kalau kita berpikir untuk menjadi negara tertutup inward oriented yang eksklusif itu pasti menyalahi tujuan dari pendrian negara ini," tandasnya.
Baca juga:
Hingga saat ini, penerimaan BLU capai Rp 38,5 triliun
Pemerintah tetap waspadai kenaikan harga di akhir tahun
GPN tekan pegawai pajak nakal manipulasi data transaksi WP
Renovasi Stadion GBK bakal tingkatkan kenyamanan generasi milenial
Menteri Sri Mulyani blak-blakan penyebab defisit BPJS Kesehatan