Sofyan Djalil nilai subsidi BBM penyebab harga cabai meroket
Anggaran subsidi BBM terus membesar membuat pemerintah tak mampu bangun fasilitas penyimpanan cabai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyebut kebijakan subsidi BBM menjadi biang kerok meroketnya harga cabai belakangan ini. Alokasi anggaran subsidi BBM terus membesar membuat pemerintah tak memiliki kemampuan membangun gudang berpendingin atau cold storage untuk mengawetkan cabai dan produk pertanian lainnya.
"karena kita enggak ada storage yang bagus. Ke depan kalau mengalihkan subsidi kearah yang produktif, kita mikirkan storage cabai," ucap Sofyan di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (17/11).
Ketiadaan cold storage membuat pasokan cabai tak stabil. Di sisi lain, produksi cabai kerap terganggu cuaca. Akibatnya, harga cabai bakal merosot jika pasokannya berlebih. Sebaliknya, harga meroket jika pasokannya seret.
"sekarang ini memang supplai rendah sehingga harga tinggi," tegasnya.
Namun demikian, menurut SOfyan, tingginya harga cabai saat ini mampu menguntungkan para petani.
"Satu sisi itu bagus buat petani menanam cabe di periode ini, tetapi yang paling bagus itu harga cabe stabil, storage ini harus kita pikirkan."
Seperti diberitakan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan harga cabai naik signifikan, hingga 40 persen, beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan di 33 provinsi dan 165 pasar tradisional, rata-rata harga cabai merah keriting naik 32,42 persen dari Rp 40.800 per kilogram menjadi Rp 54.100 per kilogram.
Harga cabai besar naik 34,42 persen dari 36.600 per kilogram menjadi Rp 49.200 per kilogram, dan harga cabai rawit merah naik 31,30 persen dari Rp 38.900 per kilogram menjadi Rp 51.100 per kilogram.
(mdk/yud)