Soal target 35.000 MW, Presiden Jokowi bakal sesuaikan dengan kebutuhan
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, dulu target 35.000 MW disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi. Sehingga jika terlalu berlebihan akan menyulitkan PLN untuk membayarnya.
Pemerintah Jokowi-JK terus menggenjot program pembangkit listrik 35.000 MW guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah pun menargetkan program ini selesai pada 2019.
Mengenai target itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harus menyesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya. Artinya jika kebutuhan tidak sampai dengan 35.000 MW maka target tidak perlu dipaksakan. Karena menurutnya, jika terlalu berlebihan akan membebani PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Ya kan itu target. Kan mesti menyesuaikan dengan kebutuhan dong. Mosok target kemudian setelah dihitung-hitung dengan pertumbuhan ekonomi misalnya, kebutuhannya tidak 35.000 MW, tapi 32.000. Ya kalau terlalu over juga membebani PLN," kata Presiden Jokowi, di Banten, Kamis (5/10).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, dulu target 35.000 MW disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi. Sehingga jika terlalu berlebihan akan menyulitkan PLN untuk membayarnya.
"Begini lho, dulu hitungan kita kan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Ini tentu saja PLN itu kalau nanti kalau terlalu over juga, bayar apanya, cicilannya juga berat. Oleh karen itu kebutuhannya disesuaikan, dihubungkan dengan pertumbuhan ekonomi yang ada," ujarnya.
Untuk diketahui, Presiden Jokowi menargetkan proyek 35.000 MW selesai pada 2019, atau paling telat pada 2020.
Tujuannya ialah agar pemerataan pasokan listrik ke seluruh Indonesia. Sementara, bagi daerah yang sudah tercukupi, Jokowi meminta PLN untuk melakukan kalkulasi ulang pendataan kebutuhan jumlah listrik dengan melihat pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Baca juga:
Jokowi: Tiga tahun lalu saya ke daerah keluhannya listrik kurang, sekarang nggak lagi
SMRC: Jika Pilpres dilakukan sekarang, Jokowi raup 57 persen, Prabowo 31 persen
Survei SMRC bandingkan kepuasan publik pada Jokowi & SBY jelang Pilpres
Ini aksi Jokowi jalan kaki terobos macet ke acara HUT TNI
Survei SMRC soal Pilpres: Jokowi 38,9%, Prabowo 12%