LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

SMF alirkan dana dari pasar modal ke KPR Rp 3,71 triliun di 2015

Secara kumulatif, total akumulasi dana yang dialirkan SMF sepanjang 2015 mencapai Rp 20,25 triliun.

2016-01-28 11:54:22
Perumahan
Advertisement

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2015, terutama dalam mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di sektor pembiayaan perumahan. Pembiayaan tersebut mengalir melalui sekuritisasi dan penyaluran pinjaman yang mencapai Rp 3,71 triliun.

Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto memaparkan, secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan sampai 31 Desember 2015 mencapai Rp 20,25 triliun. "Angka ini meningkat 22 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 16,54 triliun," kata Raharjo di Kantor SMF, Jakarta Selatan, Rabu (28/1).

Selain itu, lanjut Raharjo, SMF juga berhasil menjalankan kegiatan sekuritisasi sebagai penerbit Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) pertama, dengan pencatatan perdana EBA-SP KPR, 'SMF-BTN01' senilai Rp 200 miliar di pasar modal.

Advertisement

"Dalam skema EBA-SP tersebut, peran SMF sebagai penerbit sekaligus penata sekuritisasi, pendukung kredit, dan investor. Hal tersebut sesuai mandat pendirian SMF dalam Perpres 1/2008 Jo.19/2005, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.23/POJK.04/2014, sekaligus memperkuat pasar keuangan Indonesia serta mendukung pengembangan basis investor domestik," papar Raharjo.

SMF sebagai lembaga keuangan khusus di bidang pembiayaan sekunder perumahan, lanjut Raharjo, mengemban misi membangun dan mengembangkan pasar perumahan. Hal itu dapat terwujud dengan cara mengalirkan dana jangka panjang dari pasar modal ke sektor perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman.

"Indikator Kinerja Utama (IKU) SMF diukur dari jumlah dana yang telah tersalurkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan, sehingga tujuan dari pendirian SMF dapat tercapai," tutur Raharjo.

Advertisement

Peningkatan kinerja SMF sepanjang tahun 2015 dicapai melalui kegiatan sekuritisasi sebesar Rp 200 miliar, dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 3,51 triliun, sehingga aset SMF di tahun 2015 mencapai Rp 10,06 triliun. Posisi penyaluran pinjaman menjadi Rp 7,84 triliun atau naik 21 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 6,50 triliun.

Adapun laba bersih tahun 2015 mencapai Rp 249 miliar, naik 44 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 173 miliar. "Pencapaian tersebut terhitung cukup baik mengingat kondisi ekonomi dalam negeri yang melambat di tahun 2015. Pendapatan laba yang diperoleh SMF di tahun 2015 cukup signifikan, meskipun bukan merupakan indikator kinerja utama," tutup Raharjo.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.