Skema Pembagian Wilayah di IKN untuk Investor Asing dan Domestik
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono mengatakan, pada tahap perdana, pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan akan dibangun di atas lahan seluas 921 hektar. Nantinya akan dibangun pusat pemerintahan yang disebut zona 1.
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono mengatakan, pada tahap perdana, pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan akan dibangun di atas lahan seluas 921 hektar. Nantinya akan dibangun pusat pemerintahan yang disebut zona 1.
"(Luas lahan IKN) ini sebenarnya 6.671 hektar, yang kita bangun ini cuma bagian utara, 921 hektar," kata Bambang saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (18/10) malam.
Lahan seluas 921 hektar ini yang ditawarkan kepada para investor lokal untuk turut membangun ibukota baru Indonesia. Namun pemerintah juga tidak menutup pintu bagi investor yang ingin membangun di luar pusat pemerintah ini.
Dalam hal ini, pemerintah yang akan membangun infrastrukturnya, agar mereka bisa mengakses wilayah IKN bagian tengah dan selatannya. "Oke kita bangunkan infrastruktur di 1B dan 1C, di bagian tengah sehingga mereka bisa bangun dan masuk ke situ. Kita tawarkan itu (tapi) masih di KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik)," kata Bambang.
Sementara itu untuk investor asing, pemerintah akan menawarkan lahan dengan skema zonasi. Seperti yang ditawarkan kepada Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia karena mereka membutuhkan lahan yang luas.
"Kita tawarkan zona karena mereka akan kelola zona yang besar. Ada yang 1.000 hektar, 2.000 hektar," kata Bambang.
Dia menambahkan pemerintah akan memberikan rencana pembangunan IKN Nusantara kepada para investor asing. Kemudian mereka akan melakukan penyesuaian dengan bisnis yang akan dikembangkan di Tanah Air.
"Nanti kita akan lihat bagaimana desainnya di zona dan mereka yang akan mengaturnya," kata Bambang.
Sementara itu terkait usulan pembangunan area olahraga, pihaknya akan menampungnya terlebih dahulu. Berbagai ide tersebut akan menjadi pertimbangan badan Otorita untuk menentukan lokasi yang cocoknya.
"Ada tadi yang mau bangun lapangan golf, sirkuit, tempat sepak bola, ini nanti kita akan tampung dulu idenya dan kita akan lihat mau bikinnya dimana. Tapi intinya kita mau mereka yang minat ini bergotong royong," pungkasnya.
Baca juga:
UMKM Kuliner Juga Bisa Investasi di IKN
Ciputra Hingga JIS Bakal Ikut Bangun Properti di IKN Nusantara
Jokowi Ajak Berinvestasi di IKN: Bisa Pilih Mau di Mana, Kawasan Inti Harganya Beda
Menhub Budi Tawarkan Proyek MRT Jakarta Fase 4 ke Korea Selatan
Presidensi G20 Kumpulkan Dana Perantara Keuangan Hingga USD1,4 Miliar
Investasi Aset Kripto Masih Diminati di Tengah Gejolak Ekonomi