Siklus Kebut Ekspansi B2B, Andalkan Teknologi IoT untuk Tekan Biaya Operasional
Secara global, sistem dispensing berbasis IoT mulai diadopsi untuk meningkatkan visibilitas penggunaan.
Perusahaan ritel dan e-commerce asal Indonesia, Siklus menargetkan pertumbuhan di segmen B2B pada 2026, salah satunya melalui peluncuran teknologi dispensing berbasis Internet of Things (IoT) serta penguatan kemitraan strategis. Langkah ini melanjutkan momentum sejak perusahaan mulai memasuki segmen komersial pada 2024.
Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi berkelanjutan antara Siklus dan Snap Clean, salah satu merek FMCG lokal, dalam pengembangan solusi berbasis IoT untuk para pelaku usaha di berbagai sektor. Tahap awal menyasar rumah sakit, fasilitas medis, bisnis F&B, serta hotel dan resor, melanjutkan kerja sama sebelumnya dengan fokus pada peningkatan kontrol penggunaan produk dan efisiensi distribusi di lapangan.
Secara global, sistem dispensing berbasis IoT mulai diadopsi untuk meningkatkan visibilitas penggunaan, mengoptimalkan rantai pasok, serta mendorong peralihan ke model konsumsi berbasis isi ulang. Seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional dan pengurangan limbah, solusi terintegrasi berbasis IoT semakin relevan bagi para pelaku usaha.
Di dalam negeri, keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah serta dorongan kebijakan seperti TKDN dan ekonomi sirkular mendorong pelaku industri untuk mencari model distribusi yang lebih terukur. Kondisi ini membuka peluang bagi sistem berbasis isi ulang dengan kontrol penggunaan yang lebih presisi.
Sistem ini menjawab berbagai tantangan operasional yang umum terjadi di sektor rumah sakit, perhotelan, dan fasilitas publik, seperti penggunaan berlebih, kebocoran, serta keterbatasan kontrol penggunaan.
Selain efisiensi biaya, sistem berbasis IoT memungkinkan pemantauan penggunaan secara real-time, memberikan visibilitas operasional yang sebelumnya terbatas pada model distribusi konvensional, sekaligus mendorong peralihan dari konsumsi sekali pakai ke sistem isi ulang terkontrol.
"Pendekatan distribusi konvensional masih menyisakan celah inefisiensi karena minimnya kontrol penggunaan. Dengan integrasi sistem dispensing dan pemantauan berbasis teknologi, kami melihat peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai," ujar Co-Founder Siklus, Laksamana Sakti (Alif).
Mengacu pada laporan Statista, nilai pasar sektor homecare B2B di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 1,75 miliar, dengan segmen produk berkelanjutan dan reusable mulai diadopsi di berbagai sektor layanan. Siklus menargetkan untuk menangkap peluang ini melalui solusi sirkular yang dapat diterapkan secara bertahap.
Tunjuk COO Baru
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, Siklus menunjuk Dicky Sukarmadji sebagai Chief Commercial Officer untuk mendorong pertumbuhan B2B. Ia merupakan bagian dari tim awal Siklus yang berperan dalam membangun operasional awal serta menjalin kerja sama dengan mitra.
Dicky membawa pengalaman dalam pengembangan strategi distribusi dan transformasi model bisnis di berbagai sektor, termasuk melalui perannya di perusahaan FMCG.
"Saya senang dapat kembali bergabung dengan Siklus dan menyaksikan langsung transformasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah tantangan yang dihadapi banyak bisnis yang berfokus pada keberlanjutan, Siklus berhasil melakukan pivot ke B2B, membangun kemitraan strategis, dan kini berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya," ujar Dicky Sukarmadji, Chief Commercial Officer Siklus.
"Di banyak sektor, efisiensi masih bergantung pada disiplin operasional di lapangan, bukan pada sistemnya. Melalui pendekatan berbasis dispensing dan pemantauan penggunaan, efisiensi dapat dibangun langsung ke dalam model distribusi sehingga lebih konsisten dan terukur.”
Ke depannya, Siklus menargetkan ekspansi di luar Pulau Jawa dengan rencana memperluas jaringan dispensing berbasis IoT ke berbagai wilayah di Indonesia. Perusahaan juga berfokus pada penguatan kapasitas produksi dan infrastruktur rantai pasok untuk mendukung skala layanan berbasis teknologi sirkular.