Sido Muncul tak minat akuisisi Nyonya Meneer
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tak berminat mengakuisisi PT Nyonya Meneer yang dinyatakan pailit beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikarenakan, status perusahaan yang telah pailit sehingga tidak dapat diakuisisi.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tak berminat mengakuisisi PT Nyonya Meneer yang dinyatakan pailit beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikarenakan, status perusahaan yang telah pailit sehingga tidak dapat diakuisisi.
"Kaitannya Nyonya Meneer tutup berarti sudah dinyatakan pailit, tidak bisa diakusisi dan itu akan diselesaikan oleh kurator. Tapi itu bukan hak kita untuk berkomentar kesana," ujar Direktur Keuangan Sido Muncul Venancia Sri Indrijati di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/8).
Terkait dengan bangkrutnya perusahaan PT Nyonya Meneer, Sido Muncul optimis dapat meningkatkan kinerja keuangan. Sebab, basis produk yang dipasarkan oleh kedua perusahaan tersebut berbeda.
"Usaha kita jalan seperti biasa karena produknya beda, Sido Muncul kan produknya produk tradisional hanya sebagian kecil, sisanya sudah modernisasi. Kami lebih dulu lakukan inovasi untuk bisa tumbuh," jelasnya.
"Produk dia beda, jadi kalau mungkin Nyonya Meneer masih bergerak di tradisional jamu, kalau porsi kita kira-kira cuma 15 persen. Sisanya modern seperti tolak angin dan sejenisnya," tambahnya.
Venancia menambahkan produk jamu yang telah dimodernisasi trennya lebih banyak diminati oleh masyarakat daripada jamu tradisional. Sebab, dari segi rasa jamu yang dimodernisasi rasanya jauh lebih enak rasanya.
"Kalau dulu kan jamu ada yang bentuknya serbuk, pil yang rasanya sangat pahit. Jadi jarang disukai. Kalau sekarang sudah ada yang cair seperti tolak angin dan sebagainya," pungkasnya.
Baca juga:
Penjualan Kuku Bima turun, laba Sido Muncul anjlok Rp 20 miliar
Dinyatakan bangkrut, produk Nyonya Meneer sudah hilang sejak 2015
Ramai-ramai anak buah Jokowi bantah daya beli masyarakat RI menurun
Ketua MUI: Di daerah tidak akan ada Alfamart tapi Umat Mart
BPS klaim tak terjadi penurunan daya beli masyarakat RI
Pedagang jamu mengaku sudah lama tak lihat produk Nyonya Meneer