Siasati kabut asap, Citilink terbang sore hari
Anak usaha PT Garuda Indonesia ini membatalkan puluhan penerbangan per hari akibat bencana tersebut.
Kebakaran hutan masih melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan. Akibatnya, kedua wilayah tersebut diselimuti asap tebal.
Aktivitas di kedua wilayah tersebut cukup terganggu. Salah satunya dari sektor penerbangan. Banyak maskapai sengaja menunda maupun membatalkan penerbangan dengan alasan keselamatan.
Citilink Indonesia juga terkena imbas dari bencana kabut asap tersebut. Anak usaha PT Garuda Indonesia ini membatalkan puluhan penerbangan per hari akibat bencana tersebut.
"Tidak ingat totalnya. Kurang lebih yang dibatalkan 30 (penerbangan) sehari," ujar Direktur Utama Citilink Indonesia, Albert Burhan di Jakarta, Jumat (25/9).
Pembatalan, kata Albert, banyak diterapkan untuk penerbangan ke Sumatera dan Kalimantan Barat. Sayangnya, Albert bungkam perihal total kerugian akibat pembatalan maupun penundaan penerbangan selama bencana kabut asap.
Meski masih diliputi kabut asap, Citilink tetap ngotot menjual tiket ke wilayah tersebut. Citilink memiliki cara mengatasi masalah ini.
Strateginya, penerbangan sore hari ke wilayah bencana kabut asap. Albert meyakini kondisi asap tidak terlalu tebal saat sore hari dan masih bisa dipakai terbang.
"Jadi bagaimana pencegahan asapnya, sama pencegahan rute-rute kita ubah jadwal atau jam yang tidak banyak asap. Kalau sore mungkin visibility lebih bagus," jelas dia.
Dia berharap pemerintah segera membereskan bencana rutin tahunan ini dalam waktu dekat dan tidak dijadikan bencana berulang setiap tahun. Pasalnya, selama kabut asap tentunya membuat sektor wisata turun. Albert mengakui perlu waktu panjang untuk memberantas kebakaran hutan.
"Jangka panjang sih memang harus dibenahi. Jadi kan setiap tahun asapnya selalu ada terus, jadi memang selalu ada tiap tahun." kata dia.
Untuk diketahui, Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kotawaringin Timur menyebut, jumlah hotspot atau titik panas yang terpantau pada Senin (21/9) pagi, sebanyak 20 titik tersebar di Kecamatan Baamang 3 titik, Mentaya Hilir Selatan 3 titik, Mentaya Hilir Utara 8 titik, Seranau 2 titik dan Teluk Sampit 4 titik.
Kabut asap akibat pembakaran hutan ini dituding merupakan faktor kesengajaan. Akibat bencana ini membuat banyak masyarakat prihatin dan melakukan aksi simpatiknya untuk membantu menanggulangi kebakaran lahan. Sayang, masih banyak pihak kurang peduli dalam masalah ini.
Baca juga:
Garuda Indonesia rugi miliaran rupiah akibat bencana asap
Mesin pesawat rusak, pesawat Cathay Pacific mendarat darurat di Bali
Harga avtur luar negeri murah karena disubsidi pemerintah