Seven Eleven rontok, Modern International tak sebar dividen
"Bottom line minus jadi nggak ada dividen."
PT Modern International Tbk menyebut pelarangan penjualan minuman alkohol berdampak buruk pada bisnis ritelnya. Sebab, mereka harus menutup banyak gerai Seven Eleven (Sevel).
"Sevel kan ada larangan bisnis alkohol, jadi banyak tutup toko. Karena sevel yang besar-besar kena, impact-nya berasa banget, jadi realokasi atau tutup," kata Sekretaris Perusahaan PT Modern International Tina Novita usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jakarta, Rabu (8/6).
Atas dasar itulah, perseroan memutuskan tak membagikan dividen ke pemegang saham.
"Bottom line minus jadi nggak ada dividen."
Kendati demikian, Tina mengatakan, tahun ini, pihaknya akan ekspansi 200 gerai. Sejauh ini, perseroan memiliki 188 gerai.
Selain itu, Modern International juga bakal melakukan perampingan bisnis. Salah satunya melepas hak distribusi Fuji Film. "Karena trennya imagine terus menurun. Jadi mau ngembaliin hak Fuji ke Fuji," kata Tina
"Kami melepas semua. Pada 2015, dua divisi bisnis Fuji. 2016, medical imagine-nya kuartal 3. Itu kami kembalikan hak distribusi ke fuji."
Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan Rp 1,2 triliun. "Laba akan minus, kurang lebih sama dengan 2015" ujar Tina.
(mdk/yud)