LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Setjen DEN: Sinergi LEN dan BRI Bantu Capai Target EBT 23 Persen di 2025

Dia mengatakan, dengan kerja sama itu maka pembiayaan PLTS atap bisa lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat.

2021-01-21 19:00:00
Energi Baru Terbarukan
Advertisement

Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan bahwa sinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) dan PT LEN Industri (Persero) dalam pembiayaan dan pemasangan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap mendukung target energi baru terbarukan (EBT) pemerintah sebesar 23 persen pada 2025.

"Saya ucapkan terima kasih pada BRI dan PT LEN, sinergi dengan BUMN ini telah membantu kami untuk merealisasikan implementasi energi yang lebih bersih melalui pemasangan solar cell, dukung target EBT (energi baru terbarukan) kita pada 2025 sebesar 23 persen," ujar Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto dalam penandatanganan MoU dengan BRI dan LEN dikutip dari Antara Jakarta, Kamis (21/1).

Dia mengatakan, dengan kerja sama itu maka pembiayaan PLTS atap bisa lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat.

Advertisement

Direktur Strategi Bisnis dan Portofolio PT Len Industri, Linus Andor Mulana Sijabat mengatakan sejak dua tahun lalu perusahaan sudah membangun Len solar, khusus PLTS atap bagi perumahan. "Dari segi produk sudah siap yang belum siap pendanaan," ucapnya.

Dia mengharapkan ada skema pembiayaan yang diberikan oleh BRI bisa mendorong percepatan pembangunan PLTS atap di dalam negeri.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Jakarta I, Rudhy Sidharta menyampaikan bahwa sebagai lembaga keuangan, BRI hanya mampu memberi dukungan pembiayaan.

Advertisement

Dia menambahkan skema pembiayaan yang diberikan untuk PLTS atap memiliki jangka waktu yang dinamis dengan bunga yang rendah.

"Bentuk pembiayaan sangat fleksibel, jangka waktu bisa disesuaikan, bisa sampai 15 tahun, besaran bunganya disesuaikan dengan biaya pemasangan PLTS atap," katanya.

Skema pembiayaan PLTS atap ini diharapkan dapat diperluas sehingga turut mempercepat pembangunan EBT di dalam negeri. "Mungkin dengan instansi lain," ucapnya.

Baca juga:
Jokowi Sebut Indonesia Punya Kekuatan Produk Ramah Lingkungan
Pelantikan Joe Biden Diharapkan Bisa Genjot Pengembangan EBT Indonesia
Keberpihakan Pemerintah Pada EBT Diminta Dituangkan dalam Bentuk Kebijakan
ESDM Catat Realisasi Bauran Energi Baru Terbarukan Akhir 2020 Baru 11,51 Persen
Pemerintah Tunda Penerapan Program B40 Tahun ini
Investasi Sektor Energi Baru Terbarukan Capai USD 1,36 Miliar di 2020

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.