Setelah Yogya-Solo, KAI Buka Kemungkinan KRL Hadir di Kota Lain
"Ada (rencana KRL hadir di daerah lain), tapi kita harus lihat, ya, prasarana dari pemerintah," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam Inspiring Talks with KAI via Instagram, Jumat (19/2).
KRL Yogya-Solo sukses menarik minat dan antusiasme masyarakat di Yogyakarta, Solo dan sekitarnya. Hadirnya KRL dinilai memberi pengalaman tersendiri dalam melakukan perjalanan dari Yogya ke Solo. Dengan antusiasme ini, tentu banyak yang menantikan kehadiran KRL di daerah lain.
"Ada (rencana KRL hadir di daerah lain), tapi kita harus lihat, ya, prasarana dari pemerintah," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam Inspiring Talks with KAI via Instagram, Jumat (19/2).
Kemudian untuk kereta lokal sendiri, KAI Commuter masih menunggu penugasan dari PT KAI selaku induk perusahaan. Namun dalam waktu dekat, KAI Commuter sendiri akan hadir di Bandung, Jawa Barat.
Sementara itu selama libur panjang Imlek 2021, KRL Yogya-Solo tercatat mengangkut 6.000 penumpang, jauh lebih tinggi dari kapasitas penumpang yang biasa diangkut KA Prambanan Ekspres.
"Dari hari pertama komersialisasi, kita sudah menambah 4 perjalanan karena antusiasme yang luar biasa dan kita masih ada di kondisi pandemi, jadi protokol kesehatan seperti jaga jarak harus dijaga," ujarnya.
Angkut 6.000 Penumpang Selama Libur Imlek
Sebelumnya, Kehadiran KRL (Kereta Rel Listrik) Yogyakarta-Solo mendapat antusiasme besar dari warga di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Selama libur panjang Imlek 2021 saja, tercatat 6.000 penumpang menjajal KRL yang beroperasi penuh 10 Februari lalu.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, angka ini jauh lebih besar dari perjalanan KA Prambanan Ekspres (Prameks) yang biasa mengangkut 4.000 hingga 4.500 penumpang.
"Dari hari pertama komersialisasi, kita sudah menambah 4 perjalanan karena antusiasme yang luar biasa dan kita masih ada di kondisi pandemi, jadi protokol kesehatan seperti jaga jarak harus dijaga," ujar Anne dalam Inspiring Talks with KAI via Instagram, Jumat (19/2).
Sebenarnya, antusiasme tersebut sudah terlihat sejak KRL Yogyakarta-Solo melakukan uji coba publik dengan biaya Rp1 pada tanggal 1 Februari lalu. Anne bilang, satu hari penuh, KRL Yogya-Solo tidak pernah sepi dari pengunjung.
"Siang ramai kita kira sorenya bakal longgar, ternyata masih ramai, 1.000 hingga 2.000 penumpang," katanya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)