Setelah Garuda, EgyptAir keluhkan landasan Bandara Cengkareng
Landasan di bandara Soekarno-Hatta tidak kuat menampung pesawat raksasa dalam keadaan bahan bakar penuh.
Akhir-akhir ini, kondisi Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng mendapat sorotan tajam. Mulai dari tingkat kepadatan penerbangan hingga infrastruktur pendukungnya. Tidak hanya pemerintah, kritik juga datang dari maskapai penerbangan.
Maskapai asal Mesir, Egypt Air mengeluhkan kondisi landasan Bandara Soekarno Hatta. Rencana rute penerbangan Jakarta-Kairo secara langsung, terpaksa ditunda dan harus transit lebih dulu di Bangkok. Alasannya, landasan bandara Soekarno-Hatta tidak kuat menampung pesawat raksasa dalam keadaan bahan bakar penuh.
"Infrastruktur memang kendala kita. Kita engga bisa direct langsung ke Kairo karena runway engga siap. Kita mampir ke bangkok. Nanti infrastruktur memadai kita coba direct," ucap Presiden Direktur EgyptAir, Raden Saleh Abdul Malik saat konferensi pers di Hotel Aston, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/11).
EgyptAir menargetkan load factor atau tingkat keterisian penumpang dari Indonesia mencapai 60 persen. Maskapai ini akan menggunakan pesawat 777-300ER yang terdiri dari 349 seat yang terbagi dua kelas bisnis dan kelas ekonomi.
"Potensi Indonesia itu besar. Saat ini belum ada maskapai terbang dari Indonesia ke Mesir. Ini akan meningkatkan pariwisata dan perdagangan antara Indonesia dan Mesir," katanya.
Keluhan soal landasan Bandara Soekarno Hatta juga pernah disampaikan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Karena kondisi landasan bandara yang tidak mendukung, Garuda tidak bisa terbang langsung dari Jakarta menuju Eropa. Garuda Indonesia harus transit di Singapura karena dari Soekarno-Hatta tidak bisa menampung pesawat dalam keadaan bahan bakar penuh.