LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sering kecelakaan, Lion Air tetap jadi maskapai terbaik dunia

Tingginya minat penumpang untuk menggunakan Lion Air membuatnya menempati posisi dua dari 10 besar maskapai terbaik.

2013-06-18 08:21:00
Maskapai Penerbangan
Advertisement

Dunia penerbangan saat ini bukan lagi barang mewah bagi penduduk dunia. Burung besi menjadi pilihan utama masyarakat dari berbagai kelas sebagai moda transportasi untuk bepergian dalam beberapa tahun ke belakang.

Tingginya permintaan masyarakat akan transportasi pesawat, membuat maskapai baru banyak bermunculan. Para maskapai ini tentunya berlomba memberikan pelayanan prima kepada penumpangnya agar tidak kalah bersaing.

Dalam pagelaran Paris Airshow 2013, secara mengejutkan salah satu maskapai nasional Lion Air masuk dalam jajaran 10 maskapai terbaik dengan menempati peringkat kedua versi CNBC untuk bisnis penerbangan murah. Lion Air jauh meninggalkan salah satu maskapai besar dunia yakni Emirates yang nangkring di posisi sembilan. Pemeringkatan ini menggunakan indikator pertumbuhan jumlah penumpang per tahunnya.

Advertisement

Laman cnbc.com menulis sepanjang 2011 sampai 2012 pertumbuhan jumlah penumpang Lion Air tercatat 34,6 persen. Lion Air hanya kalah dari maskapai asal Spanyol Vueling Airlines yang mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 40,4 persen.

Bergerak dalam sektor penerbangan murah, Lion Air memang cukup ekspansif meningkatkan pangsa pasarnya yang saat ini mencapai 44 persen dari total penumpang pesawat nasional. Terbukti, beberapa waktu lalu, aksi korporasi Lion Air menggemparkan dunia penerbangan internasional dengan membeli 234 unit pesawat Airbus jenis A320 senilai Rp 233 triliun.

Dua tahun sebelumnya, maskapai yang bersaing ketat dengan Air Asia asal Malaysia ini sudah mengejutkan publik saat membeli 201 pesawat Boeing jenis 737-900 ER.

Advertisement

Lion Air bukan tanpa kekurangan. Selama maskapai ini beroperasi, tidak sedikit pula mencatatkan sejumlah kecelakaan yang tentunya merugikan masyarakat sebagai penumpang. Dalam satu dasawarsa terakhir, maskapai penerbangan Lion Air telah mengalami 11 kali insiden kecelakaan.

Dari sekian kecelakaan yang dialami maskapai Lion Air, tidak sedikit jatuh korban, bahkan hingga menewaskan penumpang. Salah satunya seperti kecelakaan yang terjadi pada 30 November 2004 yang menewaskan 25 orang penumpang. Pesawat dengan kode penerbangan 538 PK-LMN, MD-82 itu tergelincir di Bandara Adisumarmo, Solo saat melakukan pendaratan.

Keluhan terhadap pelayanan Lion Air ini datang dari penumpang yang menggunakan jasanya. Seorang pegawai swasta, Dwininta (23), menuturkan bahwa pada dasarnya pelayanan Lion Air cukup bagus. Namun, akan menjadi sempurna jika dilakukan sejumlah perbaikan.

Dara asal Yogyakarta ini mengungkapkan kekurangan Lion Air ialah maskapai tersebut tergolong pelit dari segi konsumsi. Bahkan maskapai ini tidak memberikan permen untuk pencegah telinga berdengung saat pesawat tinggal landas.

"Lion Air juga sering delay," ujarnya pada merdeka.com, Senin (17/6) malam.

Alasan yang membuat dirinya tetap memakai maskapai ini ialah karena tarifnya yang murah.

Kritikan juga datang dari pengamat penerbangan Alvin Lie. Dia meragukan ekspansi bisnis maskapai berlogo singa merah itu sudah mempertimbangkan faktor keselamatan.

Salah satu indikator keselamatan yang diragukan Alvin adalah rekrutmen pilot. Dia khawatir demi memenuhi rasio pesawat dan pilot yang semakin bertambah tahun depan, Lion Air bakal merekrut sumber daya manusia (SDM) asal-asalan.

"Beli pesawat itu mudah, tapi jangan lupa pesawat harus diterbangkan manusia, apakah sistem rekrutmen (Lion Air) sudah memenuhi standar, kan mereka harus mendapatkan penerbang dalam jumlah banyak. Saya khawatir dalam upayanya mendapat penerbang itu toleransinya (terhadap kualitas pilot) terlalu tinggi," ujarnya kepada merdeka.com.

Dia pun menyoroti perlunya Lion Air mendapatkan teknisi sampai kru kabin yang berkualitas. Pasalnya, memiliki banyak armada pesawat otomatis mengharuskan maskapai ini memiliki SDM di darat dan udara yang mumpuni.

Terlepas dari kekurangannya, maskapai milik pengusaha Rusdi Kirana ini patut mendapatkan acungan jempol untuk kinerjanya. Analis The Centre for Aviation (CAPA) Sobie pada CNBC mengatakan kejayaan Lion Air akan terus bertahan dalam beberapa tahun ke depan.

"Lion Air terus menjadi salah satu yang tercepat dalam perkembangannya untuk kelompok maskapai murah di dunia dan mereka sangat yakin bahwa akan terus tumbuh sangat pesat," jelasnya.

(mdk/bmo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.