Serap 200 tenaga kerja lokal, ini besaran upah pekerja proyek KA Bogor-Sukabumi
Menteri Budi menambahkan, akan ada 1.420 tenaga kerja yang bakal diserap selama pengerjaan proyek tersebut dengan total biaya upah yang dialokasikan sebesar Rp 13 miliar. Program padat karya pembangunan double track Bogor-Sukabumi meliputi pekerjaan pembersihan lahan, jembatan darurat, serta akses jalan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi pembangunan jalur ganda (double track) KA Bogor-Sukabumi di kawasan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/4). Ini merupakan kunjungan kedua Menteri Budi setelah groundbreaking pada Desember 2017 yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Budi menyampaikan bahwa proyek jalur ganda KA Bogor-Sukabumi sepanjang 57 kilometer (Km) itu merupakan bagian dari program padat karya. Artinya, akan ada banyak tenaga kerja yang diserap, khususnya warga lokal.
Menteri Budi mengatakan, saat ini, sudah ada 200 warga lokal terlibat dalam pengerjaan tahap pertama jalur ganda KA Bogor-Sukabumi yang membentang mulai dari Cicurug hingga Cigombong.
"Kita memang secara khusus minta kepada kontraktor harus menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak. Per hari itu, mereka dapat Rp 100.000. Jadi kalau full kerja sebulan dapat Rp 3 juta, kalau nggak full sekitar Rp 2,6 juta. Itu sesuai dengan upah minimum regional (UMR)," ucap Menteri Budi.
Dirinya menambahkan, akan ada 1.420 tenaga kerja yang bakal diserap selama pengerjaan proyek tersebut dengan total biaya upah yang dialokasikan sebesar Rp 13 miliar.
Program padat karya pembangunan double track Bogor-Sukabumi meliputi pekerjaan pembersihan lahan, jembatan darurat, serta akses jalan. "Padat karya bukan hanya di sini saja, ada di Pelabuhan Ratu, Jawa Tengah, Makassar. Dan spiritnya itu win-win solution, artinya pemerintah mendapat support tenaga kerja dan mereka (pekerja) mendapat penghasilan," tuturnya.
Pengerjaan tahap pertama double track Cigombong-Cicurug sepanjang tujuh kilometer dengan total anggaran Rp 174 miliar itu ditargetkan selesai pada Desember 2018. Jalur ganda Cigombong-Cicurug ini merupakan awal dari pembangunan jalur ganda Sukabumi-Bogor yang diharapkan selesai pada 2020 dengan nilai total anggaran Rp 1 triliun.
Baca juga:
Ada aksi damai di Monas, penumpang 10 kereta ini bisa naik dari Stasiun Jatinegara
Ini rangkaian kereta MRT Jakarta yang didatangkan dari Jepang
Bos KAI bertekad jadikan stasiun di RI sekelas mal Senayan City
Meski ramai penumpang di libur panjang, porter stasiun sepi orderan
Ini info kereta tambahan dan tiket rute yang habis terjual libur panjang Isa Al-Masih
PT KAI tutup 33 perlintasan liar di Sumut
Kereta api Lodaya anjok, penumpang dialihkan naik bus