Farpoint bangun gedung hemat energi Rp 2,3 T di SCBD
Konstruksi gedung ini direncanakan rampung pada 2017.
Proyek gedung perkantoran berskala internasional direncanakan akan kembali dibangun di kawasan segitiga emas atau Sudirman Central Business District (SCBD) bernama Sequis Tower. Nilai total investasi proyek ini sebesar Rp 2,3 triliun. Nantinya gedung ini akan selesai pada kuartal kedua tahun 2017.
Pengembang properti Farpoint, Dougie Crichton, mengatakan dalam rancangan Sequis Tower memiliki konsep gedung ramah lingkungan di mana mampu menghemat hingga 40 persen penggunaan energi. Caranya melalui sistem konservasi air, sistem solar screen dan kaca double glazed dari penyedia teknologi dunia.
"Keseluruhan investasi Rp 2,1 triliun - Rp 2,3 triliun di mana sebesar Rp 1,3 triliun untuk biaya konstruksi. Sequis Tower dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sektor bisnis yang membutuhkan area perkantoran dengan standar internasional dengan grade A sehingga nantinya dapat menarik perusahaan multinasional kelas dunia," ujarnya saat acara 'Groundbreaking Sequis Tower' di Sequis Tower, Jakarta, Selasa (10/12).
Sequis Tower berdiri di lahan seluas 14.178 meter persegi dengan luas gedung 74.913 meter persegi dan tinggi 210 meter. Gedung ini terdiri dari 39 lantai. "Sequis Tower berfokus untuk mengurangi biaya operasi dari tenant (penyewa)," jelas dia.
Menurutnya gedung ini akan menggunakan konsep LEED atau Leadership in Energy and Environmental Design yang ditentukan dari sistem rating untuk desain, konstruksi, operasional dan pemeliharaan gedung, perumahan dan lingkungan yang menggunakan sumber daya alam.
(mdk/bim)