Sepi orderan, pedagang parcel harus gigit jari tahun ini
Dia mengaku omsetnya turun dibanding perayaan yang sama tahun lalu.
Perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 sangat identik dengan kado ataupun bingkisan dari keluarga. Banyak keluarga yang lebih memberikan bingkisan berupa parsel buah ataupun makanan.
Para pedagang parsel dadakan pun ikut bermunculan. Salah satu pedagang parsel dadakan, Nani, mengaku hanya menjual parcel saat perayaan tertentu seperti Natal, Lebaran dan tahun baru.
"Kalau lagi lebaran, natalan seperti ini, tahun baru itu, jualan. Ya tidak setiap waktu, soalnya sepi," ujar dia kepada merdeka.com di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/12).
Nani menjual parsel hanya berupa bingkisan makanan dan minuman. Dia menjual parsel dengan kisaran harga Rp 300.000 sampai Rp 600.000 per bingkisan.
"Saya jual dari Rp 300.000 sampai Rp 600.000, memuaskan lah isinya dengan harga segitu," kata dia.
Dia mengaku untuk tahun ini, penjual parsel harus gigit jari karena penjualan yang melempem. Dia mengaku omsetnya turun dibanding perayaan yang sama tahun lalu.
"Omsetnya kurang bagus, tidak seperti lebaran kemarin. Sampai natalan ini saya cuman dapat omset Rp 55 juta, lebaran kemarin Rp 90 jutaan," jelas dia.
Dia pun pesimis omsetnya dapat bertambah dengan adanya pemesanan parsel. Tahun ini, kata dia, banyak orang memilih berlibur ketimbang merayakan Natal dan tahun baru dirumah.
"Kurang yakin bisa bertambah. Natalan saja tidak ramai. Soalnya kan banyak long weekend, mereka pasti lebih milih liburan keluar," pungkas dia.
Baca juga:
Operasi Pasar Bulog jelang Natal dan Tahun Baru sepi peminat
YLKI sebut pemerintah & operator tol gagal antisipasi libur Natal
Tumpangi KM Kelud, ribuan pemudik tiba di Pelabuhan Belawan
Libur Natal, ribuan wisatawan serbu Pulau Weh
Libur Natal-Tahun Baru 2016, wisatawan serbu liburan ke Pulau Seribu