LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Seperti Rupiah, Ringgit Malaysia juga menguat tajam

Penguatan Ringgit dan Rupiah didorong pelemahan dolar Amerika.

2015-10-09 10:31:33
Nilai Ringgit jatuh
Advertisement

Nilai tukar Ringgit Malaysia melonjak tajam terhadap dolar Amerika (USD) pada perdagangan Jumat (9/10). Hal ini didorong sentimen kuat dari pelemahan USD setelah rilis hasil notulensi Federal Open Market Committee (FOMC) meeting dini hari tadi.

Dilansir dari Thestar, Ringgit dibuka di level RM 4,1510 per USD atau menguat dibanding penutupan kemarin di RM 4,2330 per USD.

Dolar AS melemah secara global setelah pertemuan FOMC yang mengisyaratkan kalau bank sentral Amerika atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan.

Advertisement

"Ini memicu minat yang kuat terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Ringgit. Ini juga dibantu peningkatan harga minyak dunia," pernyataan pedagang valas di Malaysia, Jumat (9/10).

Ringgit Malaysia juga diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama lainnya. Ringgit menguat terhadap dolar Singapura ke level RM 2,9595 per dolar Singapura. Kemudian, Ringgit juga menguat terhadap yen di level RM 3,4606 per yen.

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (9/10) juga mengalami penguatan. Bahkan, Rupiah kembali bergerak di kisaran level Rp 13.400-an per USD.

Advertisement

Data Bloomberg mencatat, Rupiah dibuka menguat 292 poin ke level Rp 13.595 dari posisi penutupan perdagangan kemarin Rp 13.887 per USD.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia kemarin Kamis (8/10), rupiah menguat ke level Rp 13.809 dari posisi hari sebelumnya Rp 14.065 per USD.

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga mengatakan, kemarin Rupiah melemah bersama mata uang lain di Asia setelah volatilitas meningkat menjelang rilis notulensi Federal Open Market Committee (FOMC) meeting dini hari tadi.

Menurutnya, pesimisme The Fed dini hari tadi serta kenaikan harga komoditas mengembalikan sentimen positif terhadap Rupiah pada hari ini, walaupun kenaikan tajam yang dimulai awal pekan ini bisa terkoreksi.

"Karena tanpa adanya dukungan pasokan dolar AS tambahan, baik dari investor maupun Bank Indonesia," ujar Rangga dalam riset harian, Jakarta, Jumat (9/10).

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.