LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sepanjang 2018, BNI Raup Laba Bersih Rp 15,02 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp 15,02 Triliun sepanjang 2018. Angka tersebut mengalami pertumbuhan 10,3 persen year on year (yoy), yaitu dari Rp 13,62 triliun pada akhir 2017.

2019-01-23 16:01:27
BNI
Advertisement

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp 15,02 Triliun sepanjang 2018. Angka tersebut mengalami pertumbuhan 10,3 persen year on year (yoy), yaitu dari Rp 13,62 triliun pada akhir 2017.

Direktur Bank BNI, Adi Sulistyowati mengatakan pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang tembus double digit yaitu 16,2 persen di 2018. Pertumbuhan tersebut juga mendorong pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income/NII).

"NIM tumbuh 11,0 persen yoy yaitu dari Rp 31,94 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 35,45 triliun pada akhir 2018," kata Adi dalam acara paparan kinerja, di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (23/1).

Advertisement

Dia menjelaskan, NII tersebut menjadi sumber pertumbuhan laba bersih BNI yang utama. Selian itu, pertumbuhan Laba Bersih BNI juga ditopang oleh pertumbuhan Pendapatan Non Bunga sebesar 5,2 persen yoy yaitu dari Rp 11,04 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 11,61 triliun pada akhir 2018.

"Pertumbuhan Pendapatan Non Bunga tersebut didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari Trade Finance, pengelolaan rekening,danfee bisnis kartu," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pencapaian laba bersih BNI ini juga didukung dari membaiknya kualitas aset, ditunjukkan oleh NPL Gross yang membaik dari akhir 2017 sebesar 2,3 persen menjadi 1,9 persen di akhir 2018.

Advertisement

"Sehingga BNI mampu menekan creditcost dari 1,6 persen pada akhir 2017 menjadi 1,4 persen pada akhir 2018," ujarnya.

Di sisi lain, dia menyebutkan coverage ratio meningkat dari 148,0 persen pada akhir Desember 2017 menjadi 152,9 persen pada Desember 2018 untuk mengantisipasi kondisi global yang challenging di tahun 2019.

"BNI juga berhasil meningkatkan efisiensi di dalam operasionalnya selama 2018, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 42,5 persen pada Desember 2018, dibandingkan posisi Desember 2017 yang sebesar 43,9 persen," ujarnya.

Dia menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh keberhasilan BNI dalam menjaga pertumbuhan Biaya Operasional (OPEX) tetap pada level 6,8 persen.

"Kombinasi pertumbuhan NII, peningkatan Pendapatan Non Bunga, perbaikan kualitas Aset, dan efisiensi OPEX telah menumbuhkan laba bersih BNI sebesar 10,3 persen pada akhir tahun 2018. Dengan profitabilitas tersebut, BNI mencatatkan pertumbuhan Return on Equity (ROE) dari 15,6 persen menjadi 16,1 persen yoy," ujarnya.

Baca juga:
BNI Catat Penyaluran Kredit 2018 Rp 512,78 T, Tumbuh 16,2 Persen
Ketua OJK: Merger Bank Danamon dan Nusantara Parahyangan Akan Jadi Lebih Kompetitif
Naik Dua Kali Lipat, Aset Amar Bank Tembus Rp 1,8 Triliun di 2018
BNI: KUR Pariwisata di Perbankan Masih Minim
BNI dan Kemendes Dukung Pengembangan BUMDes di Garut

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.