LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sepanjang 2017, penyaluran kredit perbankan tumbuh tipis sebesar 8,1 persen

Pertumbuhan kredit tahunan perbankan sepanjang 2017 tercatat sebesar 8,1 persen year on year (yoy), atau meningkat tipis dibandingkan 2016 yakni sebesar 7,8 persen (yoy). Pertumbuhan ini dinilai masih sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI), di mana pertumbuhan kredit berada di kisaran 8-10 persen.

2018-01-12 16:20:56
Bank Indonesia
Advertisement

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto mengatakan, pertumbuhan kredit tahunan perbankan sepanjang 2017 sebesar 8,1 persen year on year (yoy), atau meningkat tipis dibandingkan 2016 yakni sebesar 7,8 persen (yoy). Pertumbuhan ini dinilai masih sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia (BI), di mana pertumbuhan kredit berada di kisaran 8-10 persen.

"Pertumbuhan kredit 2017 sebesar 8,1 persen setahun penuh. Namun, yang luar biasa sekali adalah pembiayaan dari pasar modal juga meningkatnya luar biasa," ungkapnya di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (12/1).

Dia menambahkan, pembiayaan yang disalurkan terhadap kegiatan ekonomi melalui instrumen surat utang tumbuh pesat, dan mengkompensasi lambannya pertumbuhan kredit perbankan. Tercatat, pertumbuhan pembiayaan di pasar modal sepanjang 2017 melebihi 35 persen.

Advertisement

"Kalau kita jumlah itu jauh lebih besar, kira-kira hampir sekitar 11 persen, karena pasar modal kita di atas 35 persen," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan pihaknya tengah melakukan pengecekan ulang. Menurutnya, pertumbuhan kredit masih berpeluang menyentuh angka 10 persen, melihat tingginya pertumbuhan penyaluran kredit di akhir tahun 2017 akibat permintaan pembiayaan baik dari korporasi maupun individu.

"Belum lagi aktivitas liburan, sehingga banyak sekali yang memerlukan likuiditas. Nah likuiditas ini kan pasti dari industri perbankan melalui penarikan-penarikan pinjaman," tambahnya.

Advertisement

Dia juga yakin laba industri perbankan nasional juga lebih baik tahun ini. Sebab beberapa perbankan sudah mulai menghapus Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). Wimboh menyebut kredit konsumsi dan kredit modal kerja menjadi penopang pertumbuhan kredit di akhir tahun.

"Sekarang waktunya beberapa bank sudah mulai menghapus. Terutama kredit yang segmen komersial yang NPL-nya cukup besar. Oleh karena itu kredit komersil pertumbuhannya agak flat, karena sebagian dihapus," tandasnya.

Baca juga:
Bayar biaya panjar pengadilan kini bisa lewat e-Panjar dari Bank BTN
Baru sekitar 570.000 penduduk RI minati reksadana, kalah dari Malaysia dan Thailand
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,4 persen di 2018 bisa tercapai, ini syaratnya
Lebarkan sayap bisnis, BTN Syariah sasar Kota Seribu Masjid
5 Jebakan kartu kredit yang harus dihindari agar tak bikin kantong bolong

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.