LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sempat menguat, Rupiah kembali melemah hingga sentuh level Rp 13.574 per USD

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih sempat menguat usai pembukaan ke level Rp 13.547 per USD yaitu pukul 08.40 WIB. Namun demikian, kembali anjlok hingga menyentuh 13.574 per USD pukul 09.45 WIB.

2017-10-26 10:16:14
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) sempat menguat di perdagangan pagi ini, Kamis (26/10). Rupiah dibuka di level Rp 13.570 atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.578 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih sempat menguat usai pembukaan ke level Rp 13.547 per USD yaitu pukul 08.40 WIB. Namun demikian, kembali anjlok hingga menyentuh 13.574 per USD pukul 09.45 WIB.

Seperti diketahui, Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah telah menyepakati Rancangan Undang Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Salah satu substansi yang ditetapkan pada rapat tersebut adalah nilai tukar Rupiah sebesar Rp 13.400 per USD.

Advertisement

Nilai tukar ini menguat dibanding R-APBN 2018 sebesar Rp 13.500 per USD. Namun angka ini justru stagnan jika dibandingkan APBN-Perubahan 2017.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, menguatnya patokan nilai tukar Rupiah ini dipengaruhi oleh kinerja perekonomian nasional yang relatif baik. Hal itu dilihat dari akselerasi proyek infrastruktur, keberhasilan program pengampunan pajak (Tax Amnesty), dan terjaganya tingkat inflasi.

"Juga positifnya neraca pembayaran, terkendalinya defisit transaksi berjalan, dan kuatnya cadangan devisa," kata Suahasil di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10).

Advertisement

Selain itu, kebijakan stabilitas nilai tukar Rupiah terukur sesuai dengan fundamental ekonomi oleh Bank Indonesia (BI) dan suku bunga acuan BI. Meningkatnya sovereign rating ke investment grade (BBB-) juga menjadi salah satu faktor nilai tukar ini.

"Perbaikan ekonomi AS serta pengurangan balance sheet the Fed, juga masih diberlakukannya quantitative easing oleh ECB dan BoJ," imbuhnya.

Baca juga:
Harga lada di Bangka anjlok parah dari Rp 120.000 jadi Rp 60.000 per Kg
APBN 2018, anggaran 4 kementerian dan lembaga ini meningkat
Ini fokus belanja pemerintah Rp 2.220 triliun di APBN 2018
Tren pasar otomotif RI dinilai masih cerah, ini indikatornya
204 Perusahaan dari 38 negara kumpul di Pameran Communic Indonesia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.