LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Selain nilai tukar melemah, ekonomi Australia juga melempem

Pertumbuhan ekonomi Australia kuartal II-2015 ini menyentuh titik terendah dalam dua tahun terakhir.

2015-09-02 16:13:15
Krisis ekonomi
Advertisement

Ekonomi Australia mulai bereaksi terhadap pelemahan ekonomi global. Selain nilai tukar dolar Australia yang anjlok, pertumbuhan ekonomi mereka juga melambat.

Dilansir dari CNBC, pertumbuhan ekonomi Australia kuartal II-2015 ini menyentuh titik terendah dalam dua tahun terakhir. Merosotnya ekonomi Australia terjadi karena volume ekspor terus anjlok.

Biro Statistik Australia mengungkap Produk Domestik Bruto (PDB) Australia hanya meningkat 0,2 persen pada kuartal II-2015. Angka ini turun dari kuartal sebelumnya yang mencapai angka 0,9 persen. Ini merupakan laju kuartalan paling lambat sejak kuartal pertama 2013.

Advertisement

Tidak hanya itu, pendapatan riil nasional Australia juga turun 0,7 persen hingga Juni tahun ini.

Diberitakan sebelumnya, nilai tukar dolar Australia terhadap dolar Amerika telah melewati level psikologis yaitu USD 0,7 per Dolar Australia. Ini adalah pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.

Dilansir dari CNBC, nilai tukar dolar Australia anjlok 0,4 persen terhadap dolar Amerika di mana sebelumnya sempat menyentuh level USD 0,69 per dolar Australia, level terendah sejak April 2009 silam.

Advertisement

"Masyarakat Australia kena hukuman karena terlalu bergantung pada perdagangan dengan China," ucap ahli strategi mata uang di Westpac, Sean Callow seperti dilansir dari CNBC di Jakarta, Rabu (2/9).

Dolar Australia sendiri sudah anjlok sebesar 14 persen sepanjang tahun ini dan menempatkannya dalam jajaran mata uang berkinerja buruk pada 2015. Callow memprediksi, nilai tukar dolar Australia masih akan tertekan beberapa minggu ke depan.

"Pasar begitu rapuh, kita hanya bisa mengambil pandangan jangka pendek," tambahnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.