Selain Biodiesel, Indonesia Bakal Ubah Alga jadi Bahan Bakar
Dengan adanya rencana tersebut, dia meminta BPPT melakukan uji coba secara mendalam. Mengingat Indonesia memiliki sumber daya alga yang cukup besar sehingga sangat memungkinkan apabila diterapkan.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia akan mengubah alga menjadi minyak untuk bahan bakar. Inovasi alga menjadi minyak tersebut merupakan hasil promosi Chevron yang diyakini mampu menekan defisit migas.
"Lalu, ke depannya juga bisa diciptakan minyak berbasis alga. Chevron sudah mempromosikan," ujar Airlangga di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta, Senin (24/2).
Dengan adanya rencana tersebut, dia meminta BPPT melakukan uji coba secara mendalam. Mengingat Indonesia memiliki sumber daya alga yang cukup besar sehingga sangat memungkinkan apabila diterapkan.
"Ini jadi tantangan BPPT untuk menerapkan. Sebagai negara penghasil alga yang cukup besar, jangan sampai kita ketinggalan oleh negara lain untuk memanfaatkan ini," ujar Airlangga.
Kurangi Defisit Neraca Perdagangan
Kemudian untuk mengurangi defisit neraca perdagangan, pengembangan industri substitusi impor difokuskan kepada farmasi (obat dan bahan baku obat). Saat ini 90 persen bahan baku obat masih mengandalkan impor.
"Jadi, perlu didorong pengembangan penelitian dan pengembangan (litbang) industri farmasi guna meningkatkan kemampuan industri farmasi ke arah litbang yang memprioritaskan bahan baku dalam negeri," ujarnya.
Dia berharap BPPT secara konsisten menghasilkan inovasi teknologi produksi bahan baku obat yang untuk 5 tahun ke depan diprioritaskan pada produksi antibiotik amoksisilin, parasetamol, insulin, adjuvant vaksin dan herbal, sebagaimana telah ditetapkan dalam Program Prioritas Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
"Kami meyakini bahwa transformasi ekonomi akan berjalan lebih cepat dan kuat jika dibarengi oleh transformasi digital," jelasnya.
(mdk/idr)