LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sekuritisasi aset, PT Indonesia Power incar Rp 10 T untuk program 35.000 MW

Sekuritisasi aset, PT Indonesia Power incar Rp 10 T untuk program 35.000 MW. Tahap pertama sebesar Rp 4 triliun telah diluncurkan pada periode 4 - 11 September 2017. Pada tahap pertama ini, terjadi kelebihan permintaan sampai 2,7 kali sekitar Rp 10,5 triliun dari target Rp 4 triliun.

2017-09-20 11:06:38
PLN
Advertisement

PT Indonesia Power (IP) telah resmi menerbitkan investasi sekuritisasi aset Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (KIK EBA DIPP1) sebesar Rp 4 triliun. Surat berharga tersebut menggunakan penjaminan bisnis ketenagalistrikan dari PLTU Suralaya 1-4.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan KIK EBA akan ditawarkan sebanyak dua tahap dengan total dana diincar Rp 10 triliun yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2018. Hal tersebut sebagai aksi pencarian dana untuk mendukung mega proyek 35.000 MW. Tahap pertama sebesar Rp 4 triliun telah diluncurkan pada periode 4 - 11 September 2017.

"Bayangin ini oversubscribed (kelebihan permintaan) sampai 2,7 kali sekitar Rp 10,5 triliun dari target Rp 4 triliun. Ini luar biasa," kata Tito, saat peluncuran KIK EBA DIPP1 di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/9).

Tito menilai, hal ini terjadi karena investor sangat antusias menyambut PT Power Indonesia di pasar modal.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan sekuritas yang ditawarkan oleh anak perusahaan PT PLN (Persero) ini memiliki banyak kelebihan sehingga meledak di pasaran.

"Tidak kena pajak dan bunganya 8,25 persen," ujar Menko Darmin.

Produk KIK EBA DIPP1 sendiri terbagi menjadi dua yakni EBA Kelas A sebesar Rp 3,688 triliun dan EBA Kelas B sebanyak Rp 312 miliar dengan manajer investasi Danareksa Investment Management. Lalu BRI sebagai bank kustodian, Danareksa Sekuritas sebagai lead arranger serta, BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan BCA sekuritas selaku selling agent lainnya.

Baca juga:
PLN: Program pembangkit listrik 35.000 MW sudah capai 47 persen
Besok, 10 kontrak jual beli listrik 91 MW ditandatangani
Telan biaya Rp 56 triliun, PLTU Jawa 4 ditarget beroperasi 2021
Hingga Agustus 2017, 18.800 MW pembangkit listrik siap dibangun
Program listrik Jokowi sudah sampai Aceh
Terancam proyek Geotermal
Sulit selamat hutan Gunung Slamet

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.