LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sektor Peternakan Hasilkan Rp 19 Triliun Lewat Program Ini

Kementerian Pertanian mencatat, program pengembangbiakan sapi melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) mampu mendorong ekonomi peternak. Nilai keekonomian hasil program ini bahkan mencapai Rp 19 triliun.

2018-11-12 14:48:44
Kementan
Advertisement

Kementerian Pertanian mencatat, program pengembangbiakan sapi melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) mampu mendorong ekonomi peternak. Nilai keekonomian hasil program ini bahkan mencapai Rp 19 triliun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengungkapkan, sejak pelaksanaan Upsus Siwab pada 2017 hingga saat ini sudah lahir sebanyak 2.385.357 ekor sapi dari indukan sapi milik peternak.

Selain itu, kelahiran sapi pedet melalui program ini dalam 6 bulan ke depan bakal terus bertambah dan akan mencapai kurang lebih 3,5 juta ekor lebih.

Advertisement

"Validitas kinerja nasional tidak perlu diragukan, seluruh pelaporan kinerja Upsus Siwab sudah terverifikasi, terlaporkan dan tercatat dalam Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi," ujar dia di Jakarta, Senin (12/11).

Menurut dia, berdasarkan perhitungan analisa ekonomi, jika harga anak sapi rata-rata sebesar Rp 8 juta sedangkan hasil Upsus Siwab 2017-2018 sebanyak 2.385.357 ekor, maka akan diperoleh nilai ekonomis sebesar Rp 19,08 triliun.

Angka ini dinilai sangat menguntungkan bagi peternak mengingat investasi program Uspsus Siwab 2017-2018 hanya sebesar Rp 1,41 triliun. Artinya ada kenaikan nilai tambah di peternak sebesar Rp 17,67 triliun.

Advertisement

‎"Sesungguhnya esensi Upsus Siwab adalah mengubah pola pikir petani ternak kita, yang cara beternaknya selama ini masih bersifat sambilan, menuju ke arah profit dan menguntungkan bagi dirinya," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sejak 2015, Ekspor Sektor Peternakan RI Capai Rp 30 Triliun
Ombudsman Soal Data Jagung: Percuma Surplus Kalau Barangnya Tidak Ada
Cegah Harga Telur Naik, Kementan Didesak Segera Keluarkan Rekomendasi Impor Jagung
BLK Lembang ciptakan aplikasi Smart Farming buat petani
Jagung impor asal Argentina dan Brasil masuk ke Indonesia bulan depan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.