LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Segudang catatan buruk Lion Air di bisnis penerbangan

YLKI menyebut Keluhan angkutan udara mendominasi, hampir 70 persen dari keseluruhan keluhan sektor transportasi.

2015-02-20 06:00:00
Lion Air Delay
Advertisement

Belakangan ini, buruknya pengelolaan transportasi udara tengah menjadi sorotan. Ini seiring temuan-temuan Kementerian Perhubungan soal pelanggaran izin rute terbang, keselamatan penerbangan yang masih jauh dari standar, nakalnya maskapai tak mengindahkan standar operasional sebelum terbang, hingga buruknya layanan pada penumpang.

Banyaknya permasalahan dalam transportasi udara tersebut membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dibanjir keluhan. Keluhan angkutan udara mendominasi, hampir 70 persen dari keseluruhan keluhan sektor transportasi.

"70 persen tersebut banyak yang mengeluhkan angkutan udara. Salah satunya, delay, refund tiket dan bagasi rusak," ujar Ketua Harian YLKI Sudaryatmo kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (19/2).

Advertisement

Dari keluhan tersebut, Sudaryatmo membeberkan, maskapai penerbangan Lion Air paling banyak mendapatkan sorotan. "Lion Air paling banyak terutama soal delay," kata dia.

Lion Air memang tak pernah lepas dari pemberitaan. Mulai dari aksi-aksi ekspansinya di sektor bisnis penerbangan domestik dan internasional, persaingannya dengan maskapai penerbangan nasional lainnya, termasuk dengan AirAsia, hingga masalah pelayanan terhadap konsumen.

Untuk persoalan yang terakhir, yakni buruknya kinerja pelayanan terhadap konsumen, Lion Air punya segudang catatan 'hitam'. Merdeka.com mencatat berbagai 'prestasi' Lion Air yang mengecewakan penumpang. Berikut paparannya.

Advertisement

Masuk kategori maskapai terburuk sejagat

Lion Air Indonesia termasuk dalam lima besar penerbangan terburuk sedunia menurut situs Australia AirlineRatings.com. Selain itu ada sekitar lima maskapai penerbangan milik Indonesia yang berada dibawah rata-rata penerbangan aman dunia.

Lima maskapai tersebut antara lain AirAsia Indonesia, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Xpress Air. Selain Lion Air, maskapai yang sangat tidak aman lainnya yaitu Kam Air Afghanistan, Nepal Airlines, SCAT Airlines Kazakhstan, dan Tara Air Nepal.

Kelima maskapai terburuk ini dilarang masuk dalam European Union Member States dan sangat tidak dianjurkan digunakan di Amerika Serikat,

Baik dan buruknya maskapai penerbangan dinilai dengan memberikan bintang. Bintang enam dan tujuh untuk maskapai teraman, bintang empat dan lima untuk maskapai yang aman, bintang dua dan tiga untuk yang buruk hingga rata-rata, sedangkan bintang satu untuk maskapai yang buruk sekali.

Paling banyak langgar izin terbang

Kementerian Perhubungan telah melakukan audit di lima bandara besar di Indonesia. Lima bandara yang diaudit antara lain Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Hasanuddin Makassar.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menuturkan, dari hasil audit itu, 61 rute penerbangan terbukti melanggar izin atau di luar izin yang diberikan kementerian.

"Berdasarkan audit tersebut sebanyak 61 penerbangan dari 5 maskapai yang melanggar perizinan yang telah ditetapkan," ujar Jonan di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (9/1).

Dari lima maskapai tersebut, rute penerbangan Lion Air terbanyak melanggar izin. Jonan menyebut, 35 rute penerbangan milik Lion Air terbukti tidak sesuai izin dari Kemenhub. Masih dari grup Lion, maskapai Wings Air melakukan pelanggaran izin terhadap 18 rute penerbangannya.

Jonan mengaku sudah menyiapkan sanksi untuk maskapai yang melanggar izin. Namun dia tidak menyebutkan secara detail.

"Kami akan memberikan sanksi atas pelanggaran dan meminta maskapai penerbangan tersebut untuk mengajukan izin dengan persyaratan yang lengkap," ucapnya.

Identik dengan delay

Lion Air memang memiliki reputasi buruk terkait keterlambatan penerbangan atau delay. Hal tersebut juga dikeluhkan para konsumen yang melaporkan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Dari data YLKI, konsumen angkutan udara meragukan kinerja Lion Air terkait ketepatan waktu penerbangan maskapai tersebut. Bahkan, maskapai milik Waketum PKB Rusdi Kirana ini selalu mendapat keluhan konsumen soal keterlambatan penerbangan.

"Dari 100 konsumen yang mengadu ke kita soal maskapai penerbangan, memang paling diragukan itu Lion Air," ujar Ketua Harian YLKI Sudaryatmo kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (19/2).

Namun tidak dipungkiri, Lion Air merupakan maskapai paling banyak dalam mengangkut penumpang setiap harinya.

"Tapi lion juga kan mengangkut penumpang paling banyak setiap harinya. Keluhan yang paling banyak ke Lion Air itu, salah satu delay," kata dia.

Bagasi dibobol atau hilang

Kasus bagasi hilang di maskapai Lion Air cukup sering terjadi. Bahkan beberapa kasus pun sampai masuk ke ranah hukum, baik perdata maupun pidana. Merdeka.com mencatat beberapa di antaranya.

Agustus 2011 Herlina Sunarti menggunakan Lion Air dari Jakarta menuju Semarang. Sesampainya di Semarang, tas Polo hitamnya yang berisi kosmetik dan pakaian hilang. Dalam mediasi tersebut, Lion Air berjanji akan mengganti Rp 100 ribu/kg sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini jelas ditolak oleh Herlina. Alhasil, BPSK Kota Semarang pada 3 Oktober 2011 menghukum Lion Air mengganti rugi sebesar Rp 25 juta.

Kasus bagasi hilang di pesawat Lion Air kali ini menimpa seorang dokter dari desa Silian Barat, Minahasa Tenggara (Mitra) Sulut, Mobilani Sandag. Sejumlah barang berharga dalam tasnya yang bernilai Rp 8 jutaan raib entah ke mana.

Titi Yusnawati, istri Kasat I Direktorat Narkoba Polda Kalbar AKBP Fransetyono, Jumat (3/1), kehilangan sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam koper saat penerbangan dengan menggunakan maskapai Lion Air JT 715 dari Pontianak tujuan Jakarta. Perhiasan tersebut hilang saat koper masuk bagasi pesawat.

Layanan Lion Air buruk

Anggota Komisi V DPR periode 2009-2014 Nusyirwan Soejono, menilai Lion Air bermasalah soal layanan pada konsumen. Menurutnya Lion Air pantas mendapat catatan khusus dari asosiasi penerbangan internasional lantaran pelayanan yang buruk dan tak kunjung membaik.

"Paling tidak saya akan memberikan pendapat bahwa selayaknya, sewajarnya Lion Air mendapatkan catatan khusus dari pengawas penerbangan dunia," kata Nusyirwan.

Politikus PDIP ini mengingatkan Lion Air, seluruh maskapai penerbangan dalam negeri dipantau oleh regulator luar negeri. Jika tak kunjung membaik, Lion bisa dihukum tidak boleh terbang keluar negeri.

"Itu juga dipantau dalam menjalankan prosedur-prosedur dan langkah yang sesuai. Regulator dalam negeri (Kemenhub) juga diawasi melakukan pengawasan transportasi udara. Transportasi udara berlaku 2 ketentuan itu regulator dalam negeri dan asing," tegasnya.

"Siap-siap saja teguran peringatan dari asosiasi penerbangan dunia. Bahkan tidak bisa terbang keluar negeri. Dalam negeri masih ditolerir. Kalau itu terbang keluar negeri lama kelamaan penilaian tidak baik bagi Lion Air," tutupnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.