LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sederet Keuntungan Indonesia Pegang Presidensi G20

Sejumlah pemimpin negara pun telah menyampaikan dukungan untuk Indonesia. Salah satunya datang dari Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison.

2021-11-01 17:07:16
KTT G20
Advertisement

Indonesia dipercaya untuk meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia. Ini untuk pertama kalinya Indonesia memegang presidensi G20 yang akan digelar pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Sejumlah pemimpin negara pun telah menyampaikan dukungan untuk Indonesia. Salah satunya datang dari Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, dalam pertemuan dengan Scott, Indonesia dan Australia sepakat mengusulkan pembahasan mengenai ekonomi digital untuk diangkat dalam forum G20 di Presidensi Indonesia nanti.

Hal tersebut agar kebijakan dan regulasi di sektor digital tidak berbeda dari sektor konvensional, utamanya dari segi platform digital. "Diharapkan bahwa perundungan di media misalnya tentu akan diatur oleh para platform secara bertanggungjawab dan seimbang," ujar Airlangga yang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam rangkaian KTT G20 di La Nuvola, Roma, ditulis Minggu (31/10).

Advertisement

Airlangga mengatakan bahwa dukungan juga datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia. Bersama Presiden Macron, Presiden Jokowi membahas mengenai rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa (IEU-CEPA).

Senada, saat pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Jokowi juga membahas mengenai akselerasi rencana pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Turki atau IT-CEPA.

Akselerasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan pasar besar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia di Turki yang sebelumnya menurun.

Advertisement

Lalu apa sebenarnya keuntungan untuk Indonesia Menjadi Ketua G20?

1. Pemicu Pariwisata Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penyelenggaraan KTT G20 tersebut akan menjadi pemicu atau trigger bagi sejumlah event berskala internasional di Pulau Dewata.

"Pandangan terhadap presidensi G20 yang sudah secara resmi di tongkat estafetkan ke Presiden Jokowi dari Italia ini akan menjadi trigger dari banyaknya event internasional MICE meeting, incentive, conference, and exhibition di Bali maupun destinasi lainnya," ungkapnya dalam acara Weekly Press Briefing, Senin (1/11).

Maka dari itu, Sandiaga meminta agar pemerintah daerah setempat agar segera melakukan persiapan untuk menyukseskan pagelaran ajang bergengsi tersebut. Antara lain dengan memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Langkah antisipasi ini perlu kita pastikan, agar pimpinan daerah dapat mempersiapkan protokol kesehatan secara baik," terangnya.

2. Beri Rekomendasi Strategis

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) sekaligus ekonom Bhima Yudhistira mengatakan, momen presidensi G20 bisa dioptimalkan agar posisi Indonesia dalam kerja sama perdagangan dan investasi bisa lebih memiliki daya tarik.

"Begitu juga dengan perencanaan kebijakan global pasca pandemi, Indonesia harusnya sudah siapkan beberapa proposal terobosan," kata Bhima kepada Liputan6.com, Senin (1/11).

"Konteksnya kan pasca pandemi reda banyak negara yang ingin melakukan perombakan ulang mekanisme fiskal dan moneter. Misalnya soal dampak normalisasi kebijakan moneter di negara maju, jangan sampai menimbulkan gejolak besar seperti taper tantrum pada 2013," jelas Bhima.

Bhima juga menyebutkan, bahwa pada KTT G20, Indonesia bisa memberikan rekomendasi yang taktis agar efek normalisasi tidak merugikan ekonomi negara berkembang.

"Berikutnya tentu soal model stimulus yang diharapkan tidak mengarah pada austerity plan atau penghentian bantuan sosial secara drastis, karena banyak sektor usaha dan masyarakat yang masih perlu dibantu," tambahnya.

3. Pimpin Pemulihan Ekonomi

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Suminto mengatakan, lewat presidensi G20 ini, Indonesia diharapkan dapat memimpin proses pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 pada tahun depan.

"Maka Presidensi Indonesia juga diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi global yang lebih kuat, lebih inklusif, lebih seimbang, lebih berkelanjutan," kata Suminto kepada Liputan6.com, Senin (1/11).

"Oleh karenanya, tema Presidensi Indonesia tahun depan, Recover Together, Recover Stronger. Jadi diharapkan negara-negara di dunia, tidak hanya anggota G20, tetapi seluruh negara-negara di dunia dapat melakukan pemulihan ekonomi secara bersama-sama, no country left behind," tuturnya.

Pada presidensi G20 di 2022, Suminto menuturkan, Indonesia akan menggelar serangkaian pertemuan. Itu dibagi dalam tiga kategori, yakni dari level pekerja (working group), level menteri, hingga level kepala negara melalui konferensi tingkat tinggi (KTT).

"Sepanjang 2022 kita akan melakukan banyak sekali pertemuan-pertemuan," ujar dia.


Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.