Sebelum Indonesia, 4 negara lebih dulu diet kantong plastik
Indonesia mulai menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di 17 kota di Tanah Air, kemarin
Indonesia mulai menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di 17 kota di Tanah Air, kemarin. Saat berbelanja, konsumen diharuskan membayar minimal Rp 200 untuk setiap kantong plastik yang dibutuhkan.
Kebijakan ini bertujuan mendorong konsumen untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Di sisi lain, uang yang diperoleh dari kantong plastik berbayar bakal dimanfaatkan pemerintah daerah untuk pengelolaan sampah.
Hampir seluruh anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut. Diantaranya, Hero Group, Carrefour atau Transmart, Super Indo, Alfamart, Indomaret, dan lainnya.
Adapun daerah yang ikut berkomitmen, di antaranya, Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang.
Kemudian, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Papua, Jayapura, Pekanbaru, Banda Aceh, Kendari, dan Jogjakarta.
Situs dietkantongplastik.info menyebut sejumlah bahaya kantong plastik. Diantaranya, memicu perubahan iklim, mencemari lingkungan, dan mengganggu kesehatan manusia.
Sebelum Indonesia, sudah banyak negara mulai membatasi penggunaan kantong plastik. Berikut diantaranya:
Inggris
Negara Monarki Konstitusional itu mulai menerapkan kantong plastik berbayar di semua supermarket besar sejak 5 Oktober 2015. Seperti diberitakan www.gov.uk, konsumen harus membayar sekitar 5 pence untuk setiap kantong plastik yang digunakan.
Namun, ada sejumlah pengecualian. Yaitu, saat konsumen berbelanja di bandara, kereta api, pesawat, atau kapal.
Kemudian, konsumen yang membeli barang tertentu. Semisal, makanan tak berbungkus, daging atau ikan mentah, obat-obatan, pisau, benih, ikan hidup, dan lainnya.
Berdasarkan laporan terakhir, penggunaan kantong plastik di Inggris sudah mencapai sekitar 7 miliar per tahun.
Amerika Serikat
Sejak Juli 2013, sebanyak 17 negara bagian dan 98 kota dan kabupaten di Negara Paman Sam sudah melarang penggunaan kantong plastik.
Setahun kemudian, pelarangan meluas hingga menyentuh 20 negara bagian dan 132 kota/kabupaten. Itu artinya, sekitar 20 juta penduduk Amerika kini hidup di wilayah yang melarang penggunaan kantong plastik.
Seperti dikutip dari www.bigfatbangs.co.uk, Amerika Serikat harus menghabiskan 12 juta barel minyak untuk memenuhi kebutuhan plastik per tahun.
Sebagai ilustrasi, saban tahun, sekitar seratus miliar kantong plastik terbuang di Amerika Serikat.
Skotlandia
Seperti dikutip dari www.bigfatbangs.co.uk, konsumen yang berbelanja instore atau online bakal dikenakan tarif 5 pence untuk setiap kantong plastik digunakan.
Dalam sepuluh bulan sejak diberlakukan pada 20 Oktober 2014, peritel melaporkan bahwa penggunaan kantong plastik telah menurun lebih dari 80 persen.
Sebelum kebijakan tersebut diluncurkan, berdasarkan laporan BBC, penggunaan kantong plastik di Skotlandia mencapai sekitar 750 juta lembar per tahun.
Wales
Wales mulai memberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar sejak 1 Oktober 2011. Setiap konsumen yang membutuhkan kantong plastik harus membayar 5 pence per lembar.
Kebijakan ini perlahan menuai hasil. Pada Juli 2012, seperti dikutip dari www.bigfatbangs.co.uk, penggunaan kantong plastik merosot hingga 96 persen.
(mdk/yud)