Sebanyak 10.000 ton beras impor asal Vietnam masuk di NTT
"10.000 ton beras itu telah tiba di Kupang sejak Senin (12/2) siang, dan saat ini sedang dalam proses pembongkaran," kata Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS.
Sebanyak 10.000 ton beras impor asal Vietnam tiba di pelabuhan Tenau Kupang untuk disebarkan ke masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu.
"10.000 ton beras itu telah tiba di Kupang sejak Senin (12/2) siang, dan saat ini sedang dalam proses pembongkaran," kata Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS kepada wartawan di Kupang, Selasa.
Dia menjelaskan bahwa beras dari Vietnam itu adalah bagian dari program pemerintah Indonesia mendatangkan 500.000 beras impor dan NTT sendiri mendapatkan 10.000 ton.
Proses pembongkaran beras impor itu lanjutnya sudah dimulai pada Senin (12/2). Dan diperkirakan proses pembongkaran akan dilakukan selama 10 hari. 10.000 ton beras impor yang sudah tiba di Kupang itu dibagi dua bagian yakni beras premium dan beras medium.
"10.000 ton beras impor itu dibagi menjadi dua bagian, yakni beras premium sebanyak 5.000 ton dan beras medium juga 5.000 ton," ujarnya.
Dia mengakui bahwa kualitas beras impor itu juga sangat bagus, karena memang untuk beras dari Vietnam kualitas mediumnya masuk kategori satu.
Dengan masuknya 10.000 ton beras tersebut maka jumlah stok beras di NTT hingga saat ini mencapai 34.000 ton, dari sebelumnya tercatat 24.000 ton.
"Masyarakat NTT tidak perlu cemas dengan harga dan stok beras. Stok kita masih mencukupi sampai lima bulan ke depan," demikian Kabulog NTT Efdal MS.
Baca juga:
Sempat tertahan, beras impor asal Vietnam dibongkar di Pelabuhan Cilegon
Panen raya dinilai tak mampu tutupi kebutuhan beras dalam negeri
Sudah masuk panen raya, harga beras masih bertahan tinggi
Kepala staf kepresidenan sebut realisasi impor beras baru 346.000 ton
Moeldoko: Penurunan harga beras bukan karena impor